Orangtua Tak Mampu Bayar Biaya Persalinan, Bayi Ditahan di Rumah Sakit

Orangtua Tak Mampu Bayar Biaya Persalinan, Bayi Ditahan di Rumah Sakit

PURWAKARTA, INFODESAKU – Malang betul nasib pasangan suami isteri Hayati Hodijah dan Chardinal warga Gang Sumba Bongas, RT 021/004, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat.

Pasalnya, akibat tidak mampu membayar tagihan biaya rumah sakit, pasangan suami istri tersebut untuk sementara harus berpisah dengan buah hatinya, setelah pihak RS menahan bayi yang baru dilahirkan.

Kepada Infodesaku pada Sabtu (06/01), mereka mengaku bingung atas kebijakan Rumah Sakit Asri yang beralamat di Jl. Veteran Sadang tersebut. Dimana penahan bayi tersebut, pihak rumah sakit beralasan pihak orang tua harus membayar dulu tagihan perawatannya.

“Kami tidak mampu membayar dan melunasi biaya persalinan sebesar kurang lebih 25 juta. Jadi, bayi kamipun di tahan terhitung dari tangga 29 Desember hingga sekarang. Bahkan harus dibayar sesegera mungkin, bilamana tidak saya dimintai jaminan BPKB ataupun Sertivikat rumah oleh pihak rumahsakit Asri,” ujar Chardinal ayah dari bayi laki-laki yang di tahan pihak rumah sakit tersebut.

Chardinal menjelaskan, padahal kami sudah menempuh prosudur dengan membuat keterangan tidak mampu serta memakai BPJS, namun kan bayi masih dalam kandungan maka belum memiliki BPJS begitu bayi saya lahir kami disarankan oleh pihak dari rumah sakit untuk membuat kartu BPJS.

“Ketika saya sudah tempuh apa yang disarankan pihak dari rumah sakit, begitu BPJS anak saya jadi namun pihak rumah sakit menolak dengan alasan sudah masuk di pelayan umum. Kamipun merasa bingung dengan tagihan biaya lahiran tersebut yang nilainya sangat besar itu. Boro-boro jaminan sertifikat, rumah saja kami masih ngontrak,” jelasnya.

“Saya berharap kepada pemerintah agar bisa membatu bagaimana caranya agar anak saya bisa di bawa pulang.” tambahnya dengan penuh harap.

Sementara itu, Ketua RT 021/004 Muhammad Dahlan membenarkan penahanan bayi yang menimpa warganya. Waktu itu, Kardinal datang bersama isterinya dan mengadu ke saya bahwa anak yang baru lahir di tahan pihak Rumah Sakit Asri.

“Mereka minta bantuan ke saya untuk mencari cari jalan keluar. Kasihan pak, saya juga tau keadaan mereka seperti apa. Apalagi dengan biaya terbilang tinggi yang hampir mencapai 25 juta, mau cari dimana pak,” tuturnya.

Lebih lanjut Dahlan berharap, pemerintah melalui dinas terkait dapat membantu warga kami, terutama terbilang masyarakat kecil ini.

“Bagaimanapun bayi tersebut pastinya sangat berharga bagi kedua orang tuanya, semoga ada yang dapat memperhatikan kejadian ini, agar bayi tersebut bisa kembali ke pelukan kedua orang tuanya.” tandasnya.

Laporan : BA/Riki

Previous Awal Tahun 2018, Polres Lebak Gelar Operasi Gabungan
Next Scout Go Green School Tanam Pohon Tanam Masa Depan

About author

You might also like

Terbaru 0 Comments

TPK Desa Kurang Transparan, BPD Desa Narimbang Mulya Gelar Rapat Dengar Pendapat

LEBAK, INFODESAKU – BPD Desa Narinbang Mulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak pada Jumat (29/12) menggelar rapat Dengar Pendapat dengan Tim Pelaksana Kegiatan(TPK) Desa Narimbang Mulya disaksikan oleh Kepala Desa, Karang

Terbaru 0 Comments

Bupati Blora : Program Kemudahan Sertifikasi Tanah Harus Terus Disosialisasikan Kepada Masyarakat

BLORA, INFODESAKU РDi hari peringatan  Agraria Nasional 2017 yang jatuh pada 24 September 2017, yang dilaksanakan di halaman Kantor Agraria Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Blora,

Hot News 0 Comments

Bupati Garut tak Segan Berhentikan BPD Pelanggar Undang-Undang

  GARUT, INFODESAKU¬†– Badan Permusyawaratan Desa, selanjutnya disingkat BPD, bukan lembaga baru. Dalam enam belas tahun terakhir tugas, fungsi, dan kedudukan BPD terus berubah-ubah. Perubahan tersebut tak lepas dari perubahan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply