BOGOR, INFODESAKU – Pengurus FPK Kab. Bogor periode 2020 -2025 , pada acara buka bersama pengurus dan perwakilan etnis suku, di RM Padang Mersi Cibinong, memilih TB Enung sebagai ketua FPK peride 2025-2030 secara aklamasi dengan pertimbangan di bawah kepemimpunan TB Enung di periode sebelumnya FPK Kabupaten Bogor mengalami banyak kemajuan. Langkah ini juga di ambil sebagai bentuk penolakan pada musda yang diadakan pada tanggal 27 pebuari 2025, undangan yang di terima saat itu adalah silaturahmi dan musyawarah pengurus bukan musda.
Sinwan MZ, salah satu pengurus FPK Kabupaten Bogor, kami menolak keputusan yang di buat pada tanggal 27 pebuari, musda yang diadakan tidak sesuai dengan undangan yang di sebar. Musda terkesan dipaksakan dan ketua di todong untuk menyetujui musda dadakan
“ Karena itu hari ini di acara buka bersama para pengurus FPK yang mewakili etnis masing-masing suku, saya mengajak teman-teman pengurus untuk meninjau dan memusyarahkan kembali keberlangsungan FPK Kab. Bogor kedepan,” ucapnya.
Sekretaris FPK, Nur Amin SH, menceritakan kronologis kejadian pada saat musda dadakan, kemudian menyerahkan keputusan kepada forum yang di hadiri oleh etnis suku pengurus FPK.
“ Kami sudah menyampaikan surat penolakan secara resmi kepada pihak terkait, sekarang bagaimana menurut teman-teman perwakilan etnis tentang kejadian tersebut?” imbuhnya.
Drs. Edrizal utusan etnis minang dalam sambutannya menyampaikan, Saya memohon maaf kalau selama ini belum aktif dalam kegiatan FPK, tetapi saya orang pertama yang mengusulkan TB Enung sebagai calon Ketua FPK di periode berikutnya, boleh ditanyakan kepada semua yang hadir pada acara tanggal 27 kemarin, semoga FPK selanjutnya bisa berkembang lebih baik lagi”.
Albert, perwakilan etnis suku Toraja, menambahkan , “Kami menolak keputusan itu, dan tetap percaya dibawah kepemimpinan TB Enung FPK akan terus berkembang, kami tetap memilih TB Enung sebagai ketua periode selanjutnya.
Ari Ambon menambahkan “ menyelenggarakan Musda itu ada mekanismenya bukan dadakan, kita ini organisasi plat merah di bawah kepemimpinan pemerintah resmi, masa tidak tahu cara mengadakan musda, dan yang hadir siapa saja, mewakili setiap etnis tidak? itu kan judulnya silaturahmi bukan musda, kita sudah mengajukan penolakan atas keputusan itu, dan kami tetap mendukung TB Enung sebagai Ketua selanjutnya”.
Ipinistati bendara FPK yang mewakili masyarakat pasma melayu sumatra dalam pertemuan itu menyatakan sikap tetap mendukung TB enung sebagai ketua selanjutnya melanjutkan untuk periode kedua.
Kaharudin, salah satu pengurus inti FPK, “ Kalau semua etnis masih mempercayai kepemimpinan TB Enung , Kita akan ambil suara secara aklamasi untuk memilih kembali TB Enung sebagau ketua di periode selanjutnya, bagaimana menurut forum?”
Semua yang hadir menyetujui usul tersebut, Ale mansur, Anen, Indra, Ratna, Sri Handayani, Irfan, Anwar, Ending, Lilis, St mariah, Yuni, Diana, Aldo, Wahyudin , seluruh pengurus yang hadir termasuk pembina menyetujui pemilihan TB Enung sebagai Ketua FPK Kab. Bogor periode berikutnya.
Forum menunjuk Nur Amin SH sebagai ketua panitia pemungutan suara dan Kaharudin sebagai sekretaris.
Pemilihan secara aklamasi ditandatangani oleh seluruh pengurus yang hadir dan perwakilan etnis suku masing-masing dengan quota forum 30 orang , memenuhi persyaratan 50 plus satu, sepakat TB Enung sebagai Ketua FPK periode selanjutnya dan akan segera menyerahkan pernyataan sikap bersama kepada Bupati Kab. Bogor.
Jajaran formatur kepengurusan akan disusun berdasarkan mufakat oleh ketua panitia dan sekretaris panitia. (**)