BOGOR, INFODESAKU – Kecamatan Sukamakmur kabupaten Bogor yang memiliki julukan “seribu bukit sejuta pesona” dengan keindahan alamnya, kini memiliki objek wisata baru dalam grand opening pendakian puncak khayangan yang memiliki ketinggian 1420 mdpl dan Curug sejoli yang berlokasi di kawasan Cipamingkis desa Wargajaya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor. Rabu (01/10/2025).
Deden Hidayat Ketua Kelompok Tani Hutan dalam sambutannya mengatakan, Alhamdulillah, bahwa pada hari ini kita melaksanakan soft opening pada tanggal 27 September 2025 lalu. Kini kita melaksanakan grand opening. Mudah-mudahan dengan adanya wisata pendakian dan Curug sejoli ini dapat menyerap tenaga kerja.

“Alhamdulillah, dengan di bukanya tracking alam gunung puncak khayangan Cipamingkis ini semoga dapat diminati oleh para pengunjung serta semoga pengunjung yang melintas dijalur ini berkah selamat. Mudah-mudahan kedepannya kita dapat kolaborasi dengan tracking-tracking yang lain.” Ucapnya.
Lebih lanjut, Dede menjelaskan bahwa jalur tracking ini sejak awal kita tidak ada overlap dengan KTH kami. Maka kami berharap bisa berkolaborasi dengan semua. Sehingga kita bisa menampung tenaga kerja untuk masyarakat desa Wargajaya ini.
“Pada intinya ketika ada potensi diwilayah desa Wargajaya kita harus bisa mengembangkan agar tidak kalah dengan wilayah desa-desa yang lain. Saya berharap wisata ini kedepannya bisa lebih ramai dan diminati pengunjung.” Jelasnya.

Budi Hariadi selaku Administratur perhutani dirinya menuturkan, Alhamdulilah, pada hari ini yang sudah kita gaung-gaungkan pada hari ini dapat terwujud terkait kita akan explore potensi kawasan hutan yang ada di wilayah RPH Cipamingkis ini.
“Ini merupakan kawasan tracking yang ketujuh yang ada diwilayah perhutani dan kamipun selaku pengelola akan terus support kepada kelompok tani hutan yang akan menggali potensi.” Ujarnya.
Masih kata Budi menambahkan, bahwa waktu soft opening saya sudah meninjau sampai puncak. Dari ketujuh lokasi tracking ini yang paling aman untuk safety jalur pendakiannya.

“Tentunya kita berharap karena wisata alam ini hairis dan resikonya cukup besar, mungkin dengan persiapan yang matang kita dapat mengantisipasi kejadian yang tidak kita harapkan.” Tukasnya.
Masih ditempat yang sama Ketua Paguyuban Wisata Kecamatan Sukamakmur H. Bakri Hasan, bahwa hari ini grand opening wisata tracking gunung khayangan dan Curug sejoli. Mengucapkan selamat semoga membawa kebaikan untuk kita semua serta bisa meningkatkan wisata yang ada di Kecamatan Sukamakmur.
“Tentunya kita berharap dengan adanya kerjasama dalam pengelolaan wisata dan kerjasama dengan masyarakat desa Wargajaya, sirnajaya, Sukamulya serta sukawangi. Yang mana Sukamakmur ini sudah menjadi pesona.” Tuturnya.
Masih kata Bakri lebih lanjut, tentunya untuk menarik para pengunjung perlu adanya penunjang di infrastruktur jalan, Alhamdulillah, untuk saat ini sudah cukup baik jalan-jalan yang menuju wisata, seperti di sukawangi yang perbatasan dengan kabupaten cianjur saat ini sedang dalam pelaksanaan dan dari arah Citeureup yang sebentar lagi akan di realisasikan sesuai instruksi Bupati Bogor.
“Untuk segi akses jalan sudah cukup baik menuju wisata-wisata yang ada di kecamatan Sukamakmur, semoga dengan kondisi jalan yang bagus akan meningkatkan pengunjung wisatawan ke destinasi-destinasi yang ada di Kecamatan Sukamakmur serta meningkatkan roda perekonomian masyarakat.” Pungkasnya.
Masih ditempat yang sama, PLT. Camat Sukamakmur Gogo badarudin, dirinya berharap besar dengan potensi wisata yang ada di Kecamatan Sukamakmur. Infrastruktur sudah baik tinggal kita manfaatkan menggali potensi-potensi yang ada di Kecamatan Sukamakmur.
“Dengan hadirnya wisata tracking gunung khayangan dan Curug sejoli kami dari pihak kecamatan Sukamakmur berharap dapat meningkatkan kawasan wisata, tentunya pasti akan adanya peningkatan ekonomi masyarakat, maka perlu lebih kompak lagi antar semua stakeholder dan harus menjaga serta memelihara tempat wisata alam ini.” Tukasnya.
Dalam kegiatan grand Opening Wisata tersebut tampak hadir, Forkompincam Kecamatan Sukamakmur, kepala desa Wargajaya, ketua kelompok tani hutan, perhutani, Organisasi kemasyarakatan, serta para peserta Tracking.
Laporan : EPF