PEMALANG, INFODESAKU – IPB University melalui Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) telah menyelenggarakan pelatihan pengolahan produk turunan komoditas nanas, di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah (28/09/2025). Kegiatan ini diikuti oleh petani dan kelompok pelaku UMKM olahan nanas. Melalui pelatihan tersebut, para peserta diajarkan cara membuat varian produk UMKM berbasis nanas madu.
Nanas merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia. Kabupaten Pemalang dikenal sebagai daerah sentra penghasil nanas madu di Jawa Tengah, sehingga sehingga memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi masyarakat, baik melalui penjualan produk buah segar maupun produk turunannya.
Narasumber dari Departemen Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Dr. Tjahja Muhandri menjelaskan bahwa salah satu materi yang diberikan adalah teknik pengawetan minuman berbahan dasar nanas agar tahan lebih lama.
“Yang kita latihkan adalah bagaimana teknik mengawetkan minuman sehingga bisa disimpan pada suhu ruang lebih dari 4 bulan”, ujar Tjahja sembari menunjukan produk minuman nanas sebagai contoh kepada para peserta pelatihan.
Ia menambahkan, bahwa jika tekniknya benar, minuman yang sudah diolah tidak akan basi bahkan selama satu tahun di suhu ruang, tanpa dimasukkan kulkas dan tanpa diberi pengawet.

Minuman olahan Nanas
“Melalui pelatihan ini, diharapkan mampu meningkatkan nilai produk nanas sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan warga di Bulakan khususnya maupun masyarakat Kecamatan Belik secara umum”, ujar Sigit Pujiono, S.Hut., Kepala Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.
Sigit menjelaskan, bahwa ketersediaan komoditas nanas cukup banyak, sehingga tidak hanya dijual dalam bentuk nanas buah, tetapi juga dapat dikreasikan dalam bentuk minuman atau produk olahan lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Melalui pelatihan ini, IPB University menegaskan komitmennya untuk mendampingi masyarakat desa dalam rangka mengembangkan komoditas lokal secara berkelanjutan. Harapannya, dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi yang digunakan secara tepat, produk turunan dari nanas ini dapat dijadikan sebagai sebagai ikon unggulan yang mendorong pertumbuhan ekonomi desa. (bgs)