BEKASI, INFODESAKU – Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University menggelar Pelatihan “Budidaya Ikan Lele (Instalasi, Perawatan, dan Pemberian Pakan)” pada Minggu (26/10/2025). Kegiatan berlangsung di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Keluarga yang dilaksanakan DPMA IPB bersama Komunitas Alang-Alang. Dengan mengelola budidaya ikan secara mandiri, masyarakat Desa Sukamahi diharapkan bisa berdaya dengan mengoptimalkan potensi lokal serta pada akhirnya dapat meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga.
“Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola usaha perikanan air tawar,” ujar Yudha sebagai narasumber kegiatan.
Peserta pelatihan mendapatkan materi lengkap mengenai tahapan teknis budidaya ikan lele, mulai dari persiapan kolam hingga tahap panen. Tahap pertama, persiapan kolam, difokuskan pada pembersihan, pengeringan, dan pemberian kapur untuk menstabilkan pH tanah serta menghilangkan hama atau mikroorganisme berbahaya. Para peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis kolam seperti kolam tanah, terpal, dan beton beserta kelebihan dan kekurangannya.
Pada sesi pemilihan benih, dijelaskan pentingnya memilih benih yang sehat, aktif, berukuran seragam, dan bebas cacat. Menurut Yudha, benih yang berkualitas merupakan faktor utama keberhasilan dalam proses pembesaran karena mempengaruhi pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan.
Tahap pemeliharaan mencakup manajemen pemberian pakan, kepadatan tebar, dan pemantauan pertumbuhan ikan. Peserta diajarkan cara menghitung dosis pakan harian, mengatur frekuensi pemberian pakan, serta menjaga kualitas air agar ikan tumbuh optimal. Sementara pada sesi panen, peserta dibekali pemahaman tentang waktu panen yang tepat, teknik pemanenan yang aman supaya ikan tidak stress, serta cara penanganan pascapanen untuk menjaga mutu ikan sebelum dipasarkan.
Materi pengendalian kualitas air dan pencegahan penyakit juga menjadi bagian penting dalam pelatihan ini. Peserta diperkenalkan pada parameter kualitas air seperti oksigen terlarut, pH, suhu, dan amonia, serta diajarkan langkah-langkah biosecurity dan penggunaan bahan alami untuk mencegah penyebaran penyakit ikan.
Yudha berharap para peserta dapat memahami dan menerapkan seluruh aspek teknis dalam budidaya pembesaran ikan lele secara benar, efisien, dan berkelanjutan. “Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong munculnya wirausaha baru di bidang perikanan serta meningkatkan produksi ikan lele sebagai sumber protein dan penggerak ekonomi masyarakat,” tutur Yudha.
Suganda, salah satu warga Desa Sukamahi yang mengikuti pelatihan, menyampaikan harapannya supaya ilmu yang diperoleh bisa terus dikembangkan. “Ingin punya kolam lagi buat usaha supaya bisa bermanfaat untuk warga,” ungkapnya.