BOGOR, INFODESAKU – Pemerintah Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, mulai menyalurkan bantuan pangan alokasi untuk bulan Februari hingga Maret 2026 kepada warga yang berhak menerima. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Desa Tarikolot ini dimulai sejak hari Sabtu, 27 Juni 2026, dan berlanjut hingga hari ini, Senin, 29 Juni 2026. Penjadwalan yang dibagi dalam tiga hari ini diambil sebagai langkah strategis agar tidak terjadi penumpukan massa yang berlebihan, mencegah desak-desakan, serta menjaga ketertiban dan keamanan selama proses penyaluran berlangsung.
Sebanyak 1.500 lebih Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat sebagai sasaran dalam penyaluran bantuan kali ini. Meskipun jumlahnya cukup besar, suasana di lokasi terlihat kondusif. Warga datang dengan tertib, membawa perlengkapan yang dibutuhkan, dan mengikuti arahan petugas yang telah ditempatkan di setiap titik alur masuk, verifikasi data, hingga pengambilan bantuan.

Sekretaris Desa Tarikolot, M. Yusup, memberikan penjelasan secara mendetail, tegas, dan tajam terkait kebijakan serta pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, keputusan membagi penyaluran dalam tiga hari bukan tanpa pertimbangan matang, melainkan solusi nyata agar hak warga dapat terpenuhi tanpa mengorbankan ketertiban dan keamanan.
“Jumlah penerima manfaat kali ini mencapai lebih dari 1.500 kepala keluarga. Jika kita paksakan selesai dalam satu hari saja, yang terjadi bukanlah pelayanan yang baik, melainkan kerumunan yang tidak terkendali, antrean yang membengkak, risiko desak-desakan, hingga kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kami tidak ingin bantuan yang bertujuan meringankan beban justru menjadi sumber masalah baru,” tegas M. Yusup dengan nada mantap dan lugas.
Ia menambahkan bahwa pembagian waktu selama tiga hari juga bertujuan agar setiap warga mendapatkan haknya dengan tenang, tercatat rapi, dan tidak ada satu pun yang terlewatkan.
“Kami susun jadwal berdasarkan wilayah dusun dan nomor urut penerima, sehingga warga tahu kapan harus datang dan tidak perlu menunggu berjam-jam. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai pelayan masyarakat, bukan penghalang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekdes M. Yusup menegaskan bahwa bantuan ini merupakan amanah yang harus disalurkan secara jujur, adil, dan transparan.
“Tidak ada pilih kasih, tidak ada potongan, tidak ada syarat tambahan yang memberatkan. Siapa yang terdaftar dan berhak, itulah yang menerima. Kami buka akses pengawasan bagi siapa saja yang ingin memastikan proses ini berjalan sesuai aturan. Jika ada yang merasa ada ketidaksesuaian, silakan sampaikan secara terbuka, kami siap periksa dan pertanggungjawabkan,” tandasnya dengan tegas.
Ia juga mengingatkan bahwa keterlambatan penyaluran hingga bulan Juni ini semata-mata menunggu kepastian alokasi dan kelengkapan administrasi dari pihak atas, bukan karena kelalaian.
“Kami pastikan bantuan ini utuh, kondisi layak, dan sampai ke tangan warga dalam keadaan baik. Kami tidak main-main dengan amanah ini, karena ini adalah hak warga yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, M. Yusup menyampaikan harapan mendalam agar bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kebutuhan sehari-hari keluarga penerima.
“Semoga bantuan pangan ini bisa meringankan beban belanja rumah tangga, menjaga ketahanan pangan keluarga, dan menjadi penyemangat agar warga tetap giat bekerja dan berusaha meningkatkan taraf hidupnya. Kami berharap warga dapat memanfaatkannya dengan bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar warga tetap menjaga ketertiban, kesabaran, dan saling menghormati selama proses berlangsung.
“Mari kita jaga kebersamaan dan ketertiban. Datang sesuai jadwal yang ditentukan, bawa perlengkapan secukupnya, dan hindari membawa anak kecil atau balita ke lokasi jika tidak perlu, demi menghindari risiko terjepit atau terdesak. Keselamatan dan kenyamanan kita bersama adalah prioritas utama,” pesannya.
Kegiatan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 ini akan terus berjalan hingga hari Senin, 29 Juni 2026, dengan pengawasan ketat dari perangkat desa, unsur keamanan lingkungan, dan perwakilan warga. Pemerintah Desa Tarikolot berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan lancar, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan. (Yani)