KUBU RAYA, INFODESAKU – IPB University dan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia melalui Tim Ekspedisi Patriot berhasil mengantarkan komoditas pinang bulat dari kawasan transmigrasi Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menuju pasar ekspor. Salah satu produsen pinang bulat di wilayah tersebut terhubung dengan calon pembeli dari Negara Maladewa melalui business matching.
“Hari ini tiga orang perwakilan dari calon pembeli dari Maladewa berkunjung langsung ke lokasi dan melihat kualitas produk pinang bulat dari 2 Desa di Kawasan Transmigrasi Rasau Jaya, yakni Desa Kuala Dua dan Desa Bintang Mas,” kata Al Fiqie, CEO Tani Ekspor Nusantara, mitra IPB University pada Senin (03/11/2025).
Menurut Fiqie, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari partisipasi Tim Ekspedisi Patriot Rasau Jaya pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada 15–19 Oktober 2025. Dalam pameran tersebut, tim memamerkan sampel produk pinang bulat hasil produksi masyarakat transmigran dan berhasil menarik perhatian sejumlah potential buyer mancanegara. Hingga akhirnya, melalui Business Matching dijadwalkan antara pelaku bisnis dengan calon pembeli dari Maladewa.

Business matching adalah kegiatan pertemuan bisnis terjadwal untuk mempertemukan pelaku bisnis dengan calon mitra potensial, seperti distributor, pemasok, investor, atau penyedia pendanaan, guna menciptakan koneksi dan peluang kerja sama. Tujuan utamanya adalah untuk memperluas jaringan, mendorong inovasi, dan memfasilitasi kolaborasi yang dapat menguntungkan semua pihak yang terlibat, seperti memperkuat kemitraan berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, ketiga perwakilan buyer tersebut mengamati alur produksi mulai dari penerimaan bahan baku dari petani, proses pengeringan, penyortiran, hingga pengemasan produk siap ekspor. Para buyer juga berdialog dengan pelaku usaha lokal untuk memahami potensi pasokan dan standar mutu produk pinang yang dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional.
“Salah satu tantangan utama dalam pengembangan komoditas lokal adalah kepastian pasar. Melalui kegiatan ini, kami berupaya menghadirkan jembatan langsung antara produsen dan pembeli internasional agar potensi ekonomi masyarakat transmigrasi dapat berkembang secara berkelanjutan,” kata Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB-Kementrans, Dr. Handian Purwawangsa, S.Hut.,M.Si.

Handian, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University (DPMA-IPB), mengungkapkan, bahwa kegiatan business matching menjadi tonggak penting dalam membuka peluang ekspor bagi produk unggulan kawasan transmigrasi. Melalui program Ekspedisi Patriot, IPB University bersama Kementerian Transmigrasi terus berupaya mendorong penguatan ekonomi kawasan transmigrasi melalui riset, pendampingan, dan pengembangan jejaring bisnis.
“Kolaborasi dengan mitra ekspor seperti yang terjadi di Rasau Jaya diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam memajukan produk unggulan nasional,” ujar Handian.
1 comentar
artikel nya bermanfaat..