BOGOR, INFODESAKU – Turnamen sepak bola Warga Jaya Cup Liga RT 2026 resmi ditutup setelah bergulir sejak 5 Juli hingga partai final di Lapangan Desa Warga Jaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Ajang yang mempertemukan tim-tim antarrukun tetangga (RT) itu tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.
Ketua Panitia Warga Jaya Cup, Deden Supriatna, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen sehingga berlangsung aman, tertib, dan lancar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh manajer tim, Pemerintah Desa Warga Jaya, para donatur, serta masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Deden saat berikan sambutan. Pada Jum’at (07/08/2026).
Menurut dia, semangat “Bersatu untuk Maju Desa Warga Jaya” menjadi landasan penyelenggaraan turnamen. Karena itu, para pemain diharapkan menjunjung tinggi sportivitas dan mampu menjadi teladan bagi generasi muda.
“Silakan bertanding dengan kemampuan terbaik, menjaga mental dan sportivitas, sehingga dapat menjadi contoh positif bagi generasi muda Desa Warga Jaya,” katanya.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor H. Ansori Setiawan menilai turnamen tersebut berhasil menghadirkan antusiasme masyarakat dalam jumlah besar dan menjadi sarana memperkuat persatuan warga.
“Melalui turnamen sepak bola ini, masyarakat bisa berkumpul bersama. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa olahraga mampu mempererat silaturahmi dan persatuan warga,” ujarnya.
Ia mengapresiasi panitia, Pemerintah Desa Warga Jaya, para donatur, serta seluruh pihak yang berkontribusi terhadap suksesnya penyelenggaraan turnamen. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan olahraga memiliki peran strategis dalam memperkuat solidaritas sosial dan rasa memiliki terhadap desa.
Sementara itu, Kepala Desa Warga Jaya H. Ooy Tamami S. mengajak seluruh masyarakat menjaga kebersamaan meski tidak seluruh RT berpartisipasi pada penyelenggaraan tahun ini.
Ia menyebut Desa Warga Jaya memiliki 11 RT, namun belum seluruhnya mengikuti kompetisi. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menjadi penyebab perpecahan di tengah masyarakat.
“Saya berharap seluruh warga tetap menjaga kebersamaan. Yang belum ikut tahun ini mudah-mudahan dapat berpartisipasi pada penyelenggaraan berikutnya,” kata H. Ooy.

Ia juga mengingatkan para pemain agar menjunjung tinggi sportivitas, sedangkan para suporter diminta memberikan dukungan secara tertib tanpa memicu keributan.
“Ini hanya pertandingan untuk memperebutkan gelar juara. Jangan sampai karena pertandingan justru menimbulkan permusuhan di antara warga. Tetap jaga persaudaraan dan kondusivitas,” ujarnya.
H. Ooy turut menyampaikan apresiasi kepada panitia yang dinilai mampu mengawal seluruh rangkaian pertandingan hingga selesai tanpa gangguan berarti.
“Pemerintah Desa merasa bersyukur karena seluruh pertandingan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Sukamakmur Andri Rahman menegaskan bahwa partai final yang mempertemukan RT 1 RW 4 melawan RT 3 RW 2 merupakan momentum silaturahmi seluruh warga Desa Warga Jaya.
“Siapa pun yang bertanding dan siapa pun yang mendukung, semuanya adalah warga Desa Warga Jaya. Karena itu mari kita jaga kebersamaan, persatuan, dan kekeluargaan,” ujarnya.
Ia mengajak para pemain mengedepankan fair play, sementara para penonton diminta menjaga ketertiban agar pertandingan berlangsung aman dan nyaman.
Menurut Andri, kegiatan olahraga di tingkat desa menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus ruang untuk menemukan bibit-bibit atlet sepak bola yang berpotensi mengharumkan nama Desa Warga Jaya pada masa mendatang.
“Mudah-mudahan dari kegiatan ini lahir bibit-bibit atlet sepak bola yang nantinya dapat berprestasi dan membanggakan Desa Warga Jaya,” katanya.
Laporan : EPF