BOGOR, INFODESAKU – Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, kembali menggelar Pasanggiri Mojang Jajaka sebagai upaya melestarikan budaya Sunda sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi duta budaya dan promotor potensi daerah. Ajang tahunan ini menjadi ruang bagi para pemuda untuk menunjukkan kemampuan, wawasan, serta kepedulian terhadap budaya dan pembangunan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cariu itu diikuti 10 peserta yang mewakili 10 desa di wilayah Kecamatan Cariu. Para peserta bersaing melalui berbagai tahapan penilaian yang mengedepankan pengetahuan budaya, kepribadian, kemampuan komunikasi, hingga wawasan tentang potensi daerah.

Acara tersebut dihadiri Camat Cariu Drs. Pardi, A.P., Sekretaris Kecamatan Cariu Agus Sopyan, Kapolsek Cariu Kompol Agus Hidayat, perwakilan Basarnas Tata, Ketua KNPI Kecamatan Cariu Lukman Nilhakim, serta orang tua dan pendukung peserta.
Pasanggiri Mojang Jajaka merupakan salah satu tradisi budaya Sunda yang telah lama menjadi bagian dari upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal. Melalui kegiatan ini, pemerintah kecamatan berharap lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi representasi budaya Sunda di tengah perkembangan zaman.
Camat Cariu Drs. Pardi, A.P., mengatakan Pasanggiri Mojang Jajaka bukan sekadar ajang mencari pemenang, melainkan sarana membangun karakter, kepemimpinan, dan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
“Pasanggiri Mojang Jajaka diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berbudaya, serta mampu berkontribusi dalam memajukan Kecamatan Cariu. Peserta yang terpilih nantinya akan mewakili Kecamatan Cariu pada tingkat Kabupaten Bogor,” ujar Pardi.
Menurutnya, para finalis diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya melalui karya, prestasi, dan gagasan positif yang dapat mengangkat nama Kecamatan Cariu di tingkat yang lebih luas.
Melalui penyelenggaraan Pasanggiri Mojang Jajaka secara berkelanjutan, Kecamatan Cariu menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya Sunda sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, berdaya saing, dan siap menjadi wajah daerah dalam berbagai ajang promosi budaya maupun pariwisata.
Laporan : EPF