INFODESAKU, BOGOR – Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University menyelenggarakan kegiatan perdana Sekolah Remaja Berkualitas (SRB) 2025 di SMA IT Bina Bangsa Sejahtera (BBS) Kota Bogor pada Senin (13/10/2025). Mengusung tema “Remaja Cerdas, Remaja Berkualitas”, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari dosen IPB University dan diikuti puluhan siswa kelas X SMAIT BBS Kota Bogor.
Menurut dosen departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University, Yulina Eva Riany, tantangan di era digital menuntut remaja untuk memiliki ketahanan moral yang kuat. Banyak kasus seperti perundungan, penyalahgunaan media sosial, dan tekanan akademik yang dapat dihindari jika remaja memiliki nilai karakter yang kokoh.
“Remaja perlu menjadi kompas moral bagi dirinya sendiri, agar mampu mengambil keputusan yang benar di tengah godaan dan tekanan lingkungan,” ujar Yulina yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Kajian Gender dan Anak IPB University.

Sementara itu, Rindang Matoati, dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University juga turut membekali remaja dalam membangun semangat kepemimpinan dan jiwa kewirausahaan yang tangguh sejak usia muda. Melalui bekal semangat ini, peserta diharapkan mampu mengenal potensi diri, berpikir kreatif, serta memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dan menghadapi tantangan zaman.
”Generasi muda perlu memiliki growth mindset, yaitu pola pikir yang terbuka terhadap pembelajaran dan tidak takut gagal. Ingat bahwa pemimpin sejati tidak lahir dari keberuntungan, tetapi dari kemauan untuk terus belajar dan berinovasi,” tukas Rindang.
Selain itu, para remaja generasi muda bangsa ini juga dikenalkan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi bagi kalangan remaja. Hal ini disampaikan Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr. Iffa Mutmainah agar para siswa tidak salah dalam memahami batas pergaulan. Saat ini, di Indonesia pendidikan seksualitas sejak dini seringkali masih dianggap tabu, sehingga diperlukan lebih banyak edukasi di sekolah.
”Remaja perlu mengenal organ reproduksinya, karena kesehatan reproduksi bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang menghargai diri sendiri dan orang lain,” pungkas Iffa.
Kegiatan pelatihan ini berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Para siswa nampak antusias dengan mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman seputar perubahan fisik dan emosional selama masa pubertas. Suasana pembelajaran yang partisipatif dan menyenangkan membuat materi mudah dipahami dan diterima oleh peserta.
DPMA IPB University berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran remaja untuk menjaga kesehatan diri dan mengembangkan potensi positifnya. Program Sekolah Remaja Berkualitas ini akan berlanjut ke sekolah-sekolah lainnya. Pelatihan selanjutnya akan diadakan di SMP Negeri 1 Dramaga dalam kisaran waktu Oktober-November 2025. Melalui program SRB ini, IPB University berkomitmen menyiapkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, serta berdaya saing tinggi untuk menjadi agen perubahan positif di sekolah, keluarga, dan masyarakat.