LAMSEL, INFODESAKU – Kreativitas dan kecintaan terhadap kearifan lokal mengantarkan Azura Hilya Banafsa Shirin, siswi SDN 1 Way Urang, meraih Juara 1 cabang Fashion Show Islami pada Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) tingkat Kecamatan Kalianda.
Siswi berusia 8 tahun itu tampil memukau dalam ajang yang digelar di SDN Kesugihan, Sabtu (19/9/2026). Azura mengenakan kostum berbahan kertas daur ulang berwarna emas dengan mengusung tema Cuamangan, tradisi makan bersama yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Lampung.

Keunikan kostum semakin terlihat dari ornamen berbentuk sendok berwarna hijau tosca yang menghiasi busana. Azura juga tampil membawa properti payung hias berukuran besar sehingga penampilannya semakin mencuri perhatian dewan juri.
Di balik prestasi tersebut, terdapat dukungan dan kreativitas sang ibu, Fidela Adisti Kurnia. Ia mengaku bahagia melihat putrinya berhasil meraih juara pertama melalui penilaian yang menurutnya murni dari dewan juri.
“Alhamdulillah, di kompetisi ini anak saya dikasih juara satu dan murni dari penilaian juri, tidak ada sponsor-sponsor,” ujar Fidela.
Menurut Fidela, bakat Azura di dunia modeling sudah terlihat sejak usia dini. Bahkan, sejak berusia dua tahun, Azura mulai diikutsertakan dalam berbagai kegiatan modeling.
“Nama lengkap yang juara ini Azura Hilya Banafsa Shirin, umurnya 8 tahun. Dari umur 2 tahun memang saya ikutkan model,” katanya.
Khusus dalam ajang PENTAS PAI kali ini, Azura sengaja menampilkan konsep yang tidak hanya mengedepankan kreativitas busana, tetapi juga memperkenalkan budaya lokal Lampung.
“Karena ada event dari Pendidikan Agama Islam dari Kemenag, kostumnya dibuat dari daur ulang. Kostum yang dia pakai adalah kostum Cuamangan karena mengusung kebiasaan kita sebagai orang Lampung yang senang makan bersama-sama,” jelas Fidela.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi langkah awal bagi Azura untuk terus mengembangkan bakatnya dan melaju ke tingkat yang lebih tinggi.
“Harapan saya ke depannya semoga anak saya bisa jadi lebih baik lagi, bisa lolos untuk tingkat kabupaten, provinsi dan nasional, karena dia sedang persiapan untuk ke tingkat nasional dan internasional,” harapnya.
Dengan raihan tersebut, Azura berhak mewakili Kecamatan Kalianda dalam seleksi PENTAS PAI tingkat Kabupaten Lampung Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026 mendatang.
Prestasi Azura sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas anak dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kearifan lokal. Melalui kostum daur ulang bertema Cuamangan, budaya Lampung tampil dalam balutan seni, kreativitas, dan ajang pendidikan keagamaan.
Laporan: BR