LAMSEL, INFODESAKU – Potensi ekonomi biru di pesisir Lampung Selatan terus didorong melalui penguatan kapasitas dan sarana produksi petani rumput laut. PT Hutama Karya (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) HK BIO CARE memberikan pelatihan sekaligus dukungan sarana budidaya kepada Kelompok Petani Rumput Laut Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan.
Program bertajuk “Peningkatan Kapasitas dan Produktivitas Rumput Laut untuk Penguatan Ekonomi Daerah” tersebut dilaksanakan selama dua hari, 17–18 September 2026, dengan menyasar peningkatan kemampuan petani serta produktivitas budidaya rumput laut sebagai salah satu potensi ekonomi masyarakat pesisir.
Kegiatan diawali dengan pelatihan dan sosialisasi yang berlangsung di aula Lumay Resort, Kamis (17/9/2026). Para petani mendapatkan pembekalan mengenai budidaya rumput laut berkelanjutan, upaya meningkatkan produktivitas, hingga strategi penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Selain peningkatan kapasitas, PT Hutama Karya juga memberikan dukungan sarana produksi berupa rumah apung dan jaring insang (grill net) kepada kelompok petani rumput laut Desa Ruguk.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh manajemen PT Hutama Karya bersama pemerintah daerah. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjawab sebagian kendala petani dalam menyediakan sarana pendukung budidaya di laut.
Rumah apung akan dimanfaatkan sebagai sarana pendukung aktivitas budidaya rumput laut di laut. Sementara itu, grill net digunakan untuk membantu melindungi area budidaya dari hama maupun potensi kerusakan, sehingga produktivitas dan kualitas hasil panen dapat lebih terjaga.
“Program HK BIO CARE ini adalah bentuk kepedulian Hutama Karya untuk tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun manusia dan ekonomi di sekitar wilayah kerja kami. Desa Ruguk punya potensi rumput laut yang sangat besar,” ujar perwakilan PT Hutama Karya.
Bagi para petani, dukungan tersebut dinilai membantu mengatasi keterbatasan modal dalam penyediaan rumah apung dan jaring sebagai sarana budidaya.
Dengan adanya pelatihan dan bantuan sarana produksi, petani Desa Ruguk optimistis produktivitas rumput laut dapat meningkat dan memberikan dampak terhadap pendapatan serta kesejahteraan keluarga.
Program TJSL HK BIO CARE tersebut juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mengoptimalkan potensi kelautan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir Lampung Selatan.
Melalui program tersebut, pemberdayaan petani rumput laut tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi ekonomi pesisir secara berkelanjutan.
Reporter: BR