BOGOR, INFODESAKU – Kegiatan bersih-bersih lingkungan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI di Kecamatan Sukamakmur bukan sekadar kegiatan seremonial. Aksi tersebut diharapkan menjadi contoh sekaligus pemantik kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan sampah.
Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Kabupaten Bogor dari fraksi partai Gerindra H. Muhammad Ansori Setiawan yang turut hadir dalam kegiatan kebersihan bersama Muspika Kecamatan Sukamakmur, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, kegiatan yang dimotori Danramil Sukamakmur tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI sekaligus menjadi pilot project bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Sebenarnya ini dalam acara HUT TNI yang ke-81. Muspika Kecamatan Sukamakmur, salah satunya dimotori oleh Pak Danramil sebagai yang punya hajat HUT TNI. Bersih-bersih ini bukan untuk kami, tetapi sebagai percontohan untuk warga masyarakat,” ujar H. Anshori
Ia menilai, kepedulian terhadap sampah harus menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, TNI dan Polri yang memiliki berbagai kesibukan saja masih menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“TNI, Polri saja yang notabene punya kesibukan lain peduli terhadap sampah. Ini adalah contoh untuk warga masyarakat dalam acara HUT TNI yang ke-81,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat Kecamatan Sukamakmur untuk mulai membangun kesadaran dari lingkungan keluarga masing-masing.
“Saya berharap warga masyarakat Kecamatan Sukamakmur pedulilah terhadap sampah. Karena kebersihan itu salah satu bagian daripada iman,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang atau menumpuk sampah sembarangan, terlebih dalam kondisi cuaca panas seperti saat ini. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dinilai dapat menimbulkan berbagai persoalan, termasuk potensi kebakaran.
“Sekarang dengan kondisi panas begini, kalau naruh sampah sembarangan, kami khawatir ada kebakaran dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sampah yang dibiarkan menumpuk di lingkungan rumah dapat menjadi sumber penyakit bagi keluarga.
“Sampah itu kalau ada di rumah kita selama-lamanya akan menjadi penyakit kepada anak atau keluarga kita yang ada di rumah,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memulai gerakan peduli sampah dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.
“Mari kita peduli terhadap sampah. Saya berharap masing-masing keluarga mulai bersih-bersih sampah di wilayah Kecamatan Sukamakmur. Kebersihan adalah bagian daripada iman,” pungkasnya.
Laporan : EPF