SUKABUMI, INFODESAKU – Gelar Budaya Pesona Kadudampit Tahun 2026 tak hanya menjadi ajang pelestarian seni dan budaya, tetapi juga momentum untuk mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga kelestarian alam dan kebersihan lingkungan.
Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif generasi muda serta kekompakan masyarakat Kecamatan Kadudampit dalam menggelar kegiatan tersebut.

Hal itu disampaikan Wabup saat menghadiri sekaligus membuka Gelar Budaya Pesona Kadudampit 2026 yang dipusatkan di Lapang Cijagung, Kecamatan Kadudampit, Rabu (12/8/2026).
“Kemeriahan ini harus diimbangi dengan menjaga alam dan kebersihan lingkungan. Stunting salah satunya dipicu oleh lingkungan yang tidak bersih,” ujar Wabup.
Menurutnya, kebersihan lingkungan memiliki kaitan penting dengan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk dalam upaya menekan angka stunting. Karena itu, pembangunan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih harus dilakukan secara bersama-sama.
Wabup pun berpesan kepada jajaran kecamatan hingga pemerintah desa agar lebih aktif mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing.
Ia menegaskan, nilai-nilai keagamaan dan budaya tidak cukup hanya ditampilkan dalam sebuah kegiatan seremonial, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui perilaku hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, Ketua Panitia Gelar Budaya Pesona Kadudampit, Deden, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menggabungkan unsur edukasi, olahraga, budaya, keagamaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai lomba pelajar, perkemahan Pramuka yang diikuti sekitar 1.500 peserta, pementasan seni tradisional, jalan santai, tabligh akbar, hingga santunan anak yatim.
“Acara ini lebih ke arah edukasi untuk mengajak anak-anak meninggalkan gadget sejenak. Kita hidupkan kembali budaya olahraga dan kebersamaan,” terang Deden.
Rangkaian Gelar Budaya Pesona Kadudampit berlangsung selama sepekan, mulai 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut sekaligus memadukan edukasi, olahraga tradisional, pelestarian seni budaya, serta rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.
Berbagai kesenian khas turut ditampilkan untuk memperkuat identitas budaya lokal, di antaranya rampak gendang, pencak silat, angklung bujo dari Desa Cikidang, serta pertunjukan teater kolosal yang mengangkat kisah Situ Gunung.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati kemeriahan budaya, tetapi juga semakin memiliki kepedulian terhadap lingkungan, memperkuat kebersamaan, serta menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Laporan: BA