BOGOR, INFODESAKU – Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University menggelar kegiatan kunjungan edukatif ke Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University pada Jumat (14/11/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian program Sekolah Remaja Berkualitas (SRB) 2025.
Peserta yang berasal dari SMA IT Bina Bangsa Sejahtera dan SMP Negeri 1 Dramaga diajak melihat langsung proses produksi pertanian, peternakan, dan perikanan yang dikembangkan IPB University.
Selama kunjungan, para siswa tampak antusias mempelajari berbagai teknologi dan praktik budidaya. Salah satu peserta bahkan mengaku mendapatkan pengalaman baru saat memberi makan kambing untuk pertama kalinya. Setelah sesi lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai kehidupan perkuliahan oleh Akbar Hermawan, S.Si., alumni IPB University yang kini bekerja di DPMA. Akbar berbagi pengalaman mengenai jalur masuk perguruan tinggi, peluang beasiswa, hingga tantangan dalam manajemen waktu dan organisasi selama kuliah.
Acara penutupan semakin meriah dengan penampilan seni dari kedua sekolah, berupa pembacaan puisi dan persembahan lagu. Panitia kemudian mengumumkan enam peserta terbaik dari masing-masing sekolah yang selama program menunjukkan partisipasi aktif dan komitmen tinggi. Masing-masing peserta menerima bingkisan sebagai bentuk apresiasi dari DPMA IPB University.
Ketua Tim SRB 2025 sekaligus Kepala Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University, Dr. Yulina Eva Riany, S.P., M.Ed., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa program SRB merupakan langkah penting dalam mempersiapkan remaja agar lebih siap menghadapi masa depan.
“Kita ingin membentuk remaja yang cerdas, berkarakter, dan sehat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ujar Yulina.
Program SRB 2025 resmi ditutup dengan harapan agar para peserta terus termotivasi melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi diri mereka. IPB University berkomitmen melanjutkan inisiatif serupa untuk memperkuat kapasitas remaja di berbagai daerah.
