PEMALANG, INFODESAKU – DPMA IPB University melaksanakan audiensi dan praktik teknik top working alpukat sebagai upaya penjajakan perluasan implementasi Desa Ekowisata Berkelanjutan Desa Sejahtera Astra, pada Sabtu hingga Jumat (12-14/11/2025). Kunjungan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi strategis antara pemerintah desa, akademisi, dan mitra pembangunan. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi unggulan di Desa Gambuhan, Pemalang, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Kepala Desa Gambuhan menyampaikan apresiasi atas inisiatif penjajakan tersebut, mengingat desa selama ini memiliki banyak potensi yang belum memperoleh pendampingan jangka panjang.
“Desa Gambuhan memiliki potensi alam dan pertanian yang sangat kaya. Namun hingga kini belum ada pola pendampingan yang benar-benar berkelanjutan. Kehadiran DPMA IPB menjadi harapan baru bagi kami untuk mengembangkan desa secara lebih terpadu dan terukur,” ujar Sudrajat, Kepala Desa Gambuhan.
Audiensi berlangsung dengan pemerintah desa untuk mendiskusikan terkait beberapa aset unggulan Desa Gambuhan yang dapat dikembangkan sebagai pilar ekowisata berkelanjutan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keindahan Bukit Kukusan, sebuah kawasan dengan lanskap alam pegunungan yang telah menjadi tujuan wisata lokal namun belum dikelola secara optimal.
Selain itu, desa memiliki lahan pertanian seluas delapan hektare yang selama ini dimanfaatkan sebagai lahan budidaya komoditas hortikultura, serta kawasan kebun rakyat memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang edukasi, agrowisata, maupun percontohan pertanian terpadu.
Selanjutnya, Tim DPMA melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi potensial, termasuk lahan pertanian, dan beberapa titik yang diusulkan sebagai wilayah pengembangan ekowisata. Dari hasil penjajakan tersebut, tim menemukan peluang strategis pada sektor hortikultura, khususnya komoditas alpukat.
Terdapat banyak pohon alpukat yang tersebar di pekarangan maupun kebun rakyat, namun sebagian besar telah berumur tua dan menunjukkan penurunan produktivitas. Kondisi ini membuka ruang intervensi ilmiah melalui teknik peremajaan tanaman.
Sebagai langkah konkret dalam mendukung potensi tersebut, DPMA melakukan pendampingan teknik top working, yaitu teknik penyambungan ulang pada batang pohon alpukat yang sudah tidak produktif untuk meningkatkan potensi hasil (14/11/2025).
Pada kegiatan ini digunakan entres dari dua varietas unggulan, yaitu alpukat Miki dan Red Vietnam, yang dikenal memiliki kualitas buah premium, ukuran lebih besar, serta tingkat produktivitas tinggi. Pendampingan ini dilakukan oleh tim ahli dengan melibatkan perwakilan kelompok tani, perangkat desa, dan masyarakat yang ingin mengembangkan komoditas hortikultura.
Dian Rahma yang merupakan Penanggung Jawab Program Pengembangan Komoditas Alpukat di DPMA IPB University menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif.
“Pendampingan teknik top working menjadi langkah awal untuk meningkatkan produktivitas tanaman yang sebelumnya kurang menghasilkan. Kami berharap masyarakat dapat menerapkan teknik ini secara mandiri dan menjadikannya sebagai bagian dari inovasi pertanian lokal,” ujar Dian di sela diskusi.
Lebih jauh, DPMA menilai bahwa Gambuhan memiliki potensi menjadi contoh pengembangan ekowisata berbasis pertanian yang berkelanjutan. Kombinasi antara keindahan lanskap alam Bukit Kukusan, potensi agrowisata kebun rakyat, dan peluang pengembangan komoditas hortikultura unggulan dapat menjadi fondasi utama dalam merancang model desa wisata terpadu.
Dengan dukungan pendampingan akademisi, program pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kelembagaan desa, Gambuhan berpeluang menjadi desa percontohan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Desa Gambuhan kembali menegaskan optimisme desa terhadap rencana kolaborasi tersebut. “Kami berharap kerja sama dengan DPMA IPB dapat berjalan dalam jangka panjang dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat membuka lapangan usaha baru, meningkatkan pendapatan petani, dan menjadikan desa kami lebih maju serta mandiri,” ungkapnya.
Langkah penjajakan dan pendampingan awal yang dilakukan DPMA IPB University ini diharapkan menjadi titik awal dalam penyusunan rencana pengembangan ekowisata berkelanjutan di Desa Gambuhan.
Melalui penguatan potensi alam, revitalisasi pertanian, dan pendampingan yang terstruktur, desa ini berpotensi menjadi salah satu model pembangunan desa berbasis ekowisata yang memadukan nilai lingkungan, sosial, dan ekonomi secara harmonis.