BEKASI, INFODESAKU – Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University bersama Komunitas Alang-Alang kembali melaksanakan Program Ketahanan Pangan Keluarga. Pelatihan Panen dan Pascapanen telah sukses digelar pada Minggu, 16 November 2025 di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan diikuti oleh 25 peserta yang merupakan masyarakat pengelola demplot serta penerima manfaat program ketahanan pangan di desa tersebut. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai tahapan panen dan penanganan hasil pertanian setelah panen.
Tidak hanya berhenti pada penyampaian teori, peserta juga diajak memahami praktik lapangan. Peserta mendapat materi mengenai cara menentukan waktu panen yang tepat, cara memanen tanpa merusak tanaman, hingga proses pembersihan, sortasi, grading, pengemasan, dan penyimpanan produk agar tetap berkualitas baik.
Narasumber utama pelatihan dari IPB University, Ahmad Arya Asmara, menjelaskan bahwa panen dan pascapanen sering kali menjadi titik kritis dalam menjaga kualitas hasil pertanian. “Banyak hasil panen yang menurun kualitasnya bukan karena proses budidayanya salah, tetapi karena cara penanganan setelah panen kurang tepat. Melalui pelatihan ini, masyarakat dibekali keterampilan praktis agar hasil panennya memiliki nilai jual lebih tinggi dan umur simpan lebih panjang,” ujarnya.

Tidak hanya membahas penyimpanan dan pengawetan, peserta juga diperkenalkan pada berbagai teknik pengolahan produk bernilai tambah. Beberapa contoh olahan yang diperagakan di antaranya sambal, keripik sayur, selai, jamu instan, hingga acar sederhana. Pengolahan ini menjadi alternatif bagi hasil panen yang tidak sempurna sehingga tetap bisa dimanfaatkan dan menghasilkan keuntungan.
Selain itu, peserta juga mempelajari pemanfaatan limbah pertanian menjadi kompos, pupuk cair, pakan maggot, dan eco-enzyme sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Komunitas Alang-Alang turut mendampingi praktik di lapangan, mulai dari cara memproses sisa panen hingga memberi contoh pengelolaan sampah ramah lingkungan yang sudah mereka terapkan sebelumnya.
Kegiatan semakin interaktif ketika peserta diajak melakukan praktik langsung di area demplot. Mereka memanen secara hati-hati, melakukan sortasi hasil, mempelajari teknik pengemasan yang tepat, hingga mencoba proses pengolahan sederhana. Sesi diskusi dan tanya jawab pun berlangsung aktif, di mana peserta menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi selama ini dalam pengelolaan hasil panen.
“Untuk pelatihan sudah berjalan sesuai dengan plan yang direncanakan. Mungkin kalau dilihat dari pesertanya yang dari awal cukup banyak, mulai dari 50 peserta dan menurun hingga ke 25 orang. Tapi 25 orang ini kan mengikuti perawatan mulai dari semai sampai panen, jadi bisa dibilang kalau tidak dilihat dari kuantitatifnya, ya secara kualitatifnya berjalan,” kata Karina selaku Ketua Komunitas Alang-Alang.
Output yang ditargetkan antara lain terbentuknya kelompok kecil pengelola panen, meningkatnya keterampilan dalam produksi olahan, serta penerapan sistem penanganan hasil pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan. Ke depan, kebun komunitas Desa Sukamahi diharapkan menjadi pusat pembelajaran sekaligus ruang produktif bagi warga dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Melalui pelatihan ini, DPMA IPB University berharap masyarakat Desa Sukamahi dapat semakin mandiri dalam mengelola hasil pertanian.