BOGOR, INFODESAKU – Dalam rangka pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syamsul Hidayat, SH, melakukan kunjungan sekaligus silaturahmi ke Pondok Pesantren Riyadhul Aliyyah, Kampung Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Senin (10/8/2026).
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari agenda pengawasan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dengan lembaga pendidikan keagamaan dalam membangun karakter generasi muda.

Menurut Syamsul, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menjadi salah satu benteng moral di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Pesantren merupakan bagian penting dalam mencerdaskan anak bangsa sekaligus menjadi benteng moral. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi dan sinergi agar pesantren juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga generasi muda,” ujar Syamsul.
Ia menilai, penguatan moral, pemahaman keagamaan, dan pembentukan karakter generasi muda tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, pesantren, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat.
“Anak-anak muda hari ini masih membutuhkan penguatan, terutama dari sisi agama, akhlak, dan karakter. Karena itu, pendekatan kepada pesantren bukan hanya silaturahmi, tetapi bagian dari mitigasi dan membangun kolaborasi,” katanya.
Syamsul menegaskan, keberadaan pesantren harus dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berpotensi memengaruhi masa depan generasi muda.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fisik dan infrastruktur. Pembangunan sumber daya manusia, khususnya karakter dan moral generasi muda, juga harus menjadi perhatian serius.
“Pembangunan manusia itu bukan hanya soal pendidikan formal. Pembentukan akhlak, moral, dan karakter juga sangat penting. Di sinilah pesantren memiliki posisi yang strategis,” ungkapnya.
Selain membahas penguatan peran pesantren, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menyerap aspirasi serta melihat berbagai kebutuhan yang berkembang di tengah masyarakat.
Syamsul berharap komunikasi antara pemerintah dan pondok pesantren dapat terus dibangun sehingga berbagai persoalan masyarakat dapat diidentifikasi lebih awal dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan pesantren, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda. Sinergi ini yang harus terus kita bangun,” pungkasnya.
Laporan : EPF