BOGOR, INFODESAKU – Dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, SDN Selawangi 03 menggelar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan sekolah. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti para siswa, guru, serta wali murid.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SDN Selawangi 03, Karma Wijaya, S.Pd.SD, Pengawas Sekolah Nurhadi, Kepala Desa Karyamekar Jaji, Bhabinkamtibmas Agung, Babinsa Serka Adim, Petugas Binwil Satpol PP Abdoel Rohim, jajaran tenaga pendidik, para wali murid, serta seluruh siswa SDN Selawangi 03.

Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah menghadirkan penceramah sekaligus pendongeng edukatif, Ustaz Didin, yang menyampaikan tausiah mengenai keteladanan Nabi Muhammad SAW sekaligus pentingnya pembentukan karakter dan budi pekerti sejak usia dini.
Melalui peringatan Maulid Nabi ini, para siswa diajak untuk meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW, seperti lemah lembut, penyayang, sabar, jujur, serta teliti dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kepala Desa Karyamekar, Jaji, dalam sambutannya juga mengajak para orang tua untuk terus memberikan dukungan terhadap pendidikan anak-anaknya. Ia berharap tidak ada anak yang putus sekolah sebelum menyelesaikan pendidikan yang menjadi hak dan kebutuhannya.
“Kepada seluruh wali murid, kami berharap anak-anak kita jangan sampai berhenti di tengah jalan. Semoga putra-putri kita bisa terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mulai dari SMP, SMA, hingga sampai ke perguruan tinggi,” ujar Jaji.
Sementara itu, Ustaz Didin dalam tausiyahnya menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam mendidik dan membimbing anak. Menurutnya, pendidikan yang disampaikan dengan kelembutan akan lebih mudah diterima dibandingkan dengan teguran keras maupun kemarahan.
“Pada dasarnya anak-anak akan mau mengikuti petunjuk, itu sangat bergantung pada bagaimana cara orang tua dan pendidik menyampaikan pengajaran kepada mereka,” kata Ustaz Didin.
Ia juga mengingatkan para orang tua dan pendidik agar menghindari kebiasaan membimbing anak dengan nada tinggi, kata-kata kasar, maupun amarah.
“Janganlah membiasakan membimbing anak dengan bahasa yang tidak sopan atau suara yang keras. Didiklah dengan hati yang lembut, dan sesekali selipkan canda tawa yang mendidik. Dengan cara demikian, anak akan lebih mudah mengerti dan sadar sendiri jika melakukan kesalahan,” tambahnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Selawangi 03 tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada para siswa.
Dengan meneladani sifat dan perilaku Rasulullah SAW, diharapkan para peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak baik, serta mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Laporan : EPF