BOGOR, INFODESAKU – Pemerintah Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan tahun 2026. Mengusung tema “Memakmurkan Masjid dengan Al-Qur’an, Mewujudkan Kecamatan Sukamakmur yang Bermartabat”, kegiatan tersebut menjadi momentum menggali sekaligus mempersiapkan bibit-bibit potensial untuk menghadapi MTQ tingkat Kabupaten Bogor.
MTQ berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Sukamakmur, Rabu (9/9/2026), dan dihadiri Forkopimcam Sukamakmur, Anggota DPRD Kabupaten Bogor H. Muhammad Ansori Setiawan, para kepala desa se-Kecamatan Sukamakmur, Ketua MUI, KNPI, Karang Taruna, serta para peserta MTQ.

Ketua LPTKI Kecamatan Sukamakmur, H. Suryana, mengatakan pihaknya memasang target lebih tinggi pada MTQ tingkat Kabupaten Bogor yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026.
Setelah pada pelaksanaan sebelumnya Sukamakmur berada di posisi 14 besar, tahun ini pihaknya membidik posisi 10 besar dengan mengandalkan peserta hasil pembinaan dan bibit lokal Sukamakmur.
“Harapan kami, pada MTQ tingkat kabupaten nanti Sukamakmur bisa masuk minimal 10 besar. Tahun kemarin kita berada di posisi 14 besar, mudah-mudahan tahun ini bisa meningkat,” ujar H. Suryana.
MTQ tingkat Kecamatan Sukamakmur tahun ini diikuti sekitar 119 peserta. Perlombaan dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi, yakni mimbar utama di halaman Kantor Kecamatan Sukamakmur, Aula Merah Putih, dan aula Kantor Koramil Kecamatan Sukamakmur.
Adapun kategori yang diperlombakan meliputi tilawah, hafizh, dan kaligrafi.
Menurut Suryana, pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi tahapan untuk menyeleksi dan memetakan potensi peserta yang akan dipersiapkan menghadapi kompetisi di tingkat Kabupaten Bogor.
Ia menekankan pentingnya regenerasi agar Sukamakmur memiliki bibit-bibit baru yang dapat terus dibina dan diproyeksikan menjadi peserta andalan pada masa mendatang.
“Yang kami harapkan bukan hanya peserta yang sudah berpengalaman. Kami juga ingin muncul pemula-pemula atau peserta baru yang memang asli dari Kecamatan Sukamakmur. Potensi mereka akan kita lihat dan kita bina,” katanya.
Menurutnya, keberadaan peserta baru sangat penting untuk menjaga kesinambungan prestasi Sukamakmur pada ajang MTQ di tingkat yang lebih tinggi.
Karena itu, proses pembinaan diharapkan tidak berhenti setelah pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan selesai. Peserta yang memiliki potensi akan dipetakan untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut sebagai persiapan menuju MTQ Kabupaten Bogor.
“Jadi, kita ingin membangun regenerasi. Bibit-bibit lokal ini jangan hanya tampil saat MTQ, tetapi setelah itu terus dibina supaya kemampuan mereka semakin berkembang,” jelasnya.
Ia berharap dari pelaksanaan MTQ tahun ini akan muncul Qari, Qariah, hafizh, maupun kaligrafer muda yang mampu mengharumkan nama Kecamatan Sukamakmur di tingkat Kabupaten Bogor.
Dengan target meningkat dari posisi 14 besar menjadi 10 besar, LPTKI Kecamatan Sukamakmur berharap prestasi tersebut dapat diraih melalui proses pembinaan yang berkelanjutan sekaligus memberikan ruang lebih besar bagi putra-putri daerah untuk berkembang.
Bukan sekadar mengejar juara, MTQ Sukamakmur 2026 diarahkan menjadi pintu masuk regenerasi dan lahirnya bibit-bibit unggulan Al-Qur’an dari Sukamakmur.
Laporan : EPF