BOGOR, INFODESAKU – Pemerintah Kecamatan Sukamakmur bersama unsur Muspika dan seluruh pemangku kepentingan mendorong masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sampah. Salah satunya dengan membiasakan memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Hal tersebut disampaikan Plt. Camat Sukamakmur Andri Rahman, S.STP., M.Si., usai mengikuti kegiatan bersih-bersih lingkungan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Muspika Sukamakmur, Danramil, Kapolsek, anggota DPRD Kabupaten Bogor H. Muhammad Anshori Setiawan, serta sejumlah stakeholder terkait.
Plt. Camat Sukamakmur menyatakan mendukung penuh ajakan Danramil dan anggota DPRD agar kepedulian terhadap sampah terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.
“Kami Muspika, ada Pak Danramil, Pak Kapolsek, Pak Dewan, kemudian ada Pak Kades, berterima kasih dan setuju dengan apa yang disampaikan Pak Danramil dan Pak Dewan, terutama bagaimana upaya kita bersama menumbuhkembangkan masyarakat untuk peduli terkait masalah sampah,” ujar Andri Rahman.
Menurutnya, persoalan sampah tidak semata-mata menjadi beban lingkungan, tetapi juga dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan masyarakat adalah memilah sampah dari rumah.
“Sampah itu bukan masalah. Sampah ternyata akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila kita sudah mulai memilah sampah dari rumah tangga,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat Sukamakmur mulai menyediakan wadah berbeda untuk sampah basah dan kering, atau sampah organik dan anorganik.
“Kami mengajak warga masyarakat Sukamakmur, ayo di rumahnya masing-masing sudah ada dua kantong kresek. Sampah basah dan sampah kering, atau organik dan anorganik,” tuturnya.
Menurut Andri, sampah anorganik yang telah dipilah dapat dikumpulkan dan dijual sehingga menghasilkan nilai ekonomi. Sementara sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk maupun pakan budidaya maggot.
“Yang anorganik bisa dijual, bisa menjadi uang. Kemudian yang organik bisa menjadi pupuk ataupun maggot dan segala macam. Jadi bernilai ketika masyarakat sudah paham bagaimana pengelolaan sampah,” jelasnya.
Andri menegaskan, gerakan peduli sampah tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan petugas kebersihan atau pemerintah. Perubahan harus dimulai dari kesadaran setiap keluarga.
“Karena itu mari bersama-sama bersihkan di rumah masing-masing. Insyaallah semuanya akan bersih,” ajaknya.
Ia juga mengingatkan bahwa sampah yang dibiarkan menumpuk di lingkungan rumah dapat memicu berbagai persoalan, terutama gangguan kesehatan.
“Kalau masyarakat menyimpan sampahnya, maka akan ada masalah penyakit di rumahnya masing-masing,” ujarnya.
Momentum peringatan HUT ke-81 TNI ini diharapkan menjadi titik awal bagi masyarakat Sukamakmur untuk membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah.
“Ini adalah wasilah kita bersama dengan Hari Ulang Tahun TNI yang ke-81. Kita mulai canangkan hari ini. Bersama-sama di Sukamakmur kita harus mulai,” tegasnya.
Ia menekankan setidaknya ada tiga langkah yang harus menjadi kebiasaan masyarakat, yakni memilah sampah, mengelola sampah dengan baik, serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Yang pertama adalah memilah sampah, yang kedua mengelola sampah dengan baik, dan tadi menjaga kebersihan. Kebersihan sebagian daripada iman,” pungkasnya.
Laporan: EPF