BOGOR, INFODESAKU – Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Tanjungsari menggelar Jambore Ranting Tahun 2026 di wilayah Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti sekitar 1.200 anggota Pramuka dari 58 sekolah tingkat SD dan SMP sederajat. Jambore menjadi ajang pembinaan sekaligus wadah bagi para peserta untuk mengasah kemandirian, kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta keterampilan kepramukaan.

Ketua Gerakan Pramuka Kwarran Tanjungsari, Yana Warsidi Priatna, M.Pd, mengatakan kegiatan Jambore memiliki banyak manfaat dalam membentuk karakter dan kemandirian peserta didik.
“Jambore kepramukaan salah satu manfaatnya adalah bagaimana anak belajar mandiri ketika berada di tempat perkemahan. Kemudian bagaimana mereka mengaplikasikan kegiatan-kegiatan Pramuka, terutama yang berkaitan dengan kepribadian dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan pemanfaatan lahan bersama Kepala Desa Buanajaya. Kesepakatan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan bidang aset Pemerintah Kabupaten Bogor.
Yana berharap, lahan tersebut ke depan dapat dikembangkan menjadi kawasan perkemahan permanen yang representatif bagi kegiatan kepramukaan di wilayah Tanjungsari.
“Kita berharap nantinya ada tempat perkemahan seperti Cibubur, sehingga kegiatan perkemahan tidak perlu berpindah-pindah,” katanya.
Jambore Ranting Tanjungsari juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong Hari Pramuka ke-65 yang diperingati pada 14 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Tanjungsari Iptu Dr. Ekka Sakti Koeswanto, S.H., M.H., membacakan teks pidato Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Pramuka tahun 2026 hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Momentum tersebut harus menjadi ruang untuk melakukan refleksi, memperkuat komitmen, serta meneguhkan kembali peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda Indonesia yang berkarakter, mandiri, tangguh, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap bangsa serta lingkungan.
Tahun ini, Gerakan Pramuka mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tema tersebut dinilai memiliki makna strategis karena swasembada pangan bukan hanya menyangkut persoalan produksi pertanian, tetapi juga berkaitan dengan kemandirian bangsa, ketahanan nasional, kesejahteraan masyarakat, pengelolaan sumber daya alam, hingga masa depan generasi mendatang.
Karena itu, Gerakan Pramuka didorong untuk mengambil peran sesuai kapasitasnya sebagai organisasi pendidikan nonformal bagi kaum muda.
Selain kegiatan perkemahan dan pembinaan kepramukaan, Jambore Ranting Tanjungsari juga dimeriahkan dengan Pentas Seni yang menampilkan kreativitas peserta dari masing-masing sekolah.
Beragam penampilan tersebut turut menyemarakkan pelaksanaan Jambore sekaligus menjadi ruang bagi para peserta untuk menunjukkan bakat, kreativitas, dan kekompakan selama mengikuti kegiatan.
Laporan : EPF