BOGOR, INFODESAKU – Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, menggelar Roadshow Sosialisasi Antikorupsi Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pemahaman aparatur pemerintahan dan masyarakat mengenai pencegahan tindak pidana korupsi serta pentingnya membangun budaya integritas.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cariu tersebut diikuti para Kepala SMP/MTs, Kepala SD/MI, Kepala Desa, Ketua BPD, serta Kasi dan Kaur se-Kecamatan Cariu. Selasa (22/09/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Inspektur Kabupaten Bogor Nomor 700.1.2.1/599-Itban V/2026 tertanggal 20 Agustus 2026 tentang Sosialisasi Antikorupsi Tahun 2026.
Sejumlah narasumber dari instansi terkait turut memberikan pemaparan. Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Yaudin Sogir, menyampaikan materi mengenai peran legislatif dalam pengawasan dan pencegahan korupsi di pemerintahan daerah.
Sementara itu, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor membahas upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana korupsi. Polres Bogor turut memberikan pemahaman mengenai peran kepolisian dalam mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.
Materi lainnya membahas titik-titik rawan gratifikasi serta potensi konflik kepentingan yang perlu diwaspadai dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Penyuluh Anti Korupsi Indonesia (PAKSI) Kabupaten Bogor juga hadir mendampingi Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor dalam pelaksanaan Roadshow Sosialisasi Antikorupsi tersebut.
Camat Cariu, Drs. Pardi, S.P., menekankan pentingnya kehadiran seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan secara serius. Menurutnya, sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman sekaligus mendorong perubahan perilaku dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini kita mendapatkan pencerahan, membenarkan yang biasa, tetapi membiasakan yang benar. Untuk mengejar perilaku yang bersih dan lurus, tentu membutuhkan pengorbanan dari berbagai sisi,” ujar Pardi.
Ia menilai, membangun integritas merupakan proses yang harus dilakukan secara bersama-sama, baik oleh penyelenggara pemerintahan di tingkat kecamatan maupun desa, termasuk dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini merupakan perjalanan yang bagus bagi kita semua sebagai penyelenggara pemerintahan di tingkat kecamatan, desa, maupun dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya.
Pardi juga berharap keterbatasan fasilitas yang tersedia tidak mengurangi substansi kegiatan. Ia meminta seluruh peserta tetap menyerap informasi dan pengetahuan yang disampaikan para narasumber sebagai bekal dalam menjalankan tugas secara lebih transparan dan berintegritas.
“Walaupun fasilitas yang ada mungkin belum maksimal, mudah-mudahan kita tetap bisa menyerap berbagai informasi berharga yang disampaikan para narasumber,” pungkasnya.
Laporan : EPF/**