TULUNGAGUNG, INFODESAKU – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) memperluas kontribusi akademiknya melalui program Dosen Berkarya dengan menggandeng RSUD dr. Iskak Tulungagung. Kolaborasi tersebut diarahkan pada pengembangan Model Integrated Oral-Systemic Screening dan Manajemen Lesi Oral Potensial Maligna Berbasis Rumah Sakit untuk memperkuat deteksi dini sekaligus meningkatkan outcome pasien.
Program ini menjadi bagian dari upaya FKG UB menghadirkan kontribusi nyata di bidang kesehatan gigi dan mulut, khususnya dalam mendukung identifikasi lebih awal terhadap lesi oral yang berpotensi berkembang menjadi keganasan.
Kegiatan tersebut melibatkan tim dosen FKG UB, yakni drg. Lukman Hakim Hidayat, Sp.PM, Nabilah Shafiyyah, SKeb., Bd., M.Si., dan drg. Meilia Aquina Hakim, Sp.PM., bersama tenaga kesehatan serta pihak terkait di RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Model yang dikembangkan mengintegrasikan pemeriksaan kondisi rongga mulut dengan faktor sistemik pasien. Pendekatan tersebut diharapkan membuat proses skrining dapat dilakukan secara lebih komprehensif, sehingga lesi oral potensial maligna dapat dikenali lebih dini dan pasien memperoleh penanganan serta tindak lanjut yang sesuai.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan meliputi survei, pengambilan data, hingga penyampaian materi Training of Trainers (ToT) kepada tenaga kesehatan di RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Materi ToT diberikan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan skrining, mengenali karakteristik lesi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, serta memahami alur manajemen pasien.
Selain mendukung penerapan model skrining, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit. Dengan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, model yang dikembangkan diharapkan dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan.
Melalui program Dosen Berkarya, FKG UB berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Penerapan model skrining terintegrasi diharapkan dapat membantu mempercepat identifikasi pasien dengan lesi oral potensial maligna, mendukung proses rujukan dan tindak lanjut secara tepat, serta berkontribusi terhadap peningkatan outcome pasien.
Kolaborasi FKG UB dan RSUD dr. Iskak Tulungagung sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis bukti.
Ke depan, hasil program tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan model skrining dan manajemen lesi oral yang lebih sistematis dan berkelanjutan, serta memiliki potensi untuk diadaptasi di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Program ini juga sejalan dengan komitmen FKG UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Laporan : Kamirin