BOGOR, INFODESAKU – Pada Kamis (6/11), Sekolah Remaja Berkualitas (SRB) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University hadir di SMP Negeri 1 Dramaga dengan menyasar para siswa kelas 8. Materi terkait “Masa Remaja dan Pentingnya Kesehatan Jiwa” disampaikan oleh dr. Riati Sri Hartini, M.Sc., Sp.KJ., psikiater sekaligus dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dilanjutkan dengan materi “Kenali Serba-Serbi Kesehatan Mental” oleh Syifa Shabreena, mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University.
Riati menyampaikan bahwa individu yang sehat mental akan dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial, sehingga ia mampu menyadari kemampuan yang dimiliki, mengatasi tekanan, bekerja produktif, serta memberikan kontribusi untuk komunitas. Mental yang sehat dicirikan dengan kemampuan menyelesaikan konflik, beradaptasi, berperan di lingkungan, kasih sayang, berpikir positif, melaksanakan tugas sebagai makhluk Tuhan, serta bersyukur dan menerima diri sendiri.
Sebaliknya, seseorang yang kesehatan mentalnya terganggu tidak dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, sulit produktif dalam bekerja, serta tidak memberikan kontribusi bagi komunitas. “Biasanya ditandai dengan adanya perubahan perilaku; merokok, minum alkohol, menarik diri dari lingkungan, overthinking, agresi, emosi tidak terkontrol, dan sering mengeluh kondisi fisik,” terang Riati.

Syifa menambahkan, masalah kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh kekerasan, tekanan dari teman sebaya (bullying), masalah sosial-ekonomi, pengaruh media sosial, masalah regulasi emosi, stres dan kecemasan, trauma masa lalu, serta pola hidup yang tidak seimbang. Untuk menghindarinya, remaja dapat menerapkan beberapa strategi koping, seperti journaling dan memetakan masalah, berolahraga, merawat diri, bercerita kepada teman atau orang terpercaya, serta melakukan hobi atau aktivitas yang disukai.
“Terakhir yang perlu teman-teman ingat, masalah mental itu bukan berarti lemah. Kita semua bisa mengalami masalah mental, apa yang kita lakukan bisa jadi berpengaruh bagi kesehatan mental orang lain. Jadi teman-teman jangan saling mengejek, kalau ada temannya yang cerita punya masalah dengarkan dan kasih mereka dukungan. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil, misalnya 5S: senyum, sapa, salam, sopan, santun,” pesan Syifa.
Riati menyampaikan harapannya terkait kegiatan ini pada akhir sesi. “Topik ini sangat dibutuhkan oleh remaja, agar mereka mampu mengontrol emosinya, mengekspresikan potensinya, dan pada akhirnya mereka bisa produktif di komunitasnya. Dan tidak hanya untuk saat ini, harapannya mereka sebagai tunas untuk masa depan bisa memiliki pengetahuan yang cukup terkait kesehatan mental,” tutupnya.