BOGOR, INFODESAKU – Rampungnya pembangunan Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) ruas Citeureup-Sukamakmur membawa perubahan signifikan bagi mobilitas masyarakat. Waktu tempuh yang sebelumnya bisa mencapai lebih dari dua jam, kini dapat ditempuh sekitar satu jam.
Momentum tersebut dirayakan Pemerintah Kecamatan Sukamakmur bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sukamakmur melalui tasyakuran sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di halaman Kantor Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Senin (7/9/2026).

Tasyakuran tersebut sekaligus menjadi momen pelaksanaan nazar H. Muhammad Ansori Setiawan, anggota DPRD Kabupaten Bogor, yang sebelumnya berjanji menyembelih kerbau apabila pembangunan IJD Citeureup-Sukamakmur rampung.
Plt. Camat Sukamakmur, Andri Rahman, dalam sambutannya dirinya mengapresiasi rampungnya pembangunan infrastruktur tersebut. Menurutnya, jalan yang semakin baik memberikan dampak langsung terhadap mobilitas dan aktivitas masyarakat.
“Alhamdulillah, nazar tersebut hari ini dapat dilaksanakan. Mudah-mudahan apa yang dilakukan Pak Dewan menjadi amal kebaikan dan mendapatkan balasan dari Allah SWT berupa rezeki yang berlimpah, pahala yang besar, serta kebahagiaan bagi keluarga besarnya,” ujar Andri.
Ia mengatakan, perbaikan jalan membuat perjalanan masyarakat dari Citeureup menuju Sukamakmur menjadi jauh lebih efisien.
“Kalau sebelumnya perjalanan dari Citeureup menuju Sukamakmur bisa lebih dari dua jam, sekarang sekitar satu jam. Ini tentu menjadi kebahagiaan bagi masyarakat karena akses yang semakin baik memberikan kemudahan mobilitas dan mendukung aktivitas warga,” katanya.
Menurut Andri, rampungnya IJD Citeureup-Sukamakmur tidak boleh menjadi titik akhir pembangunan konektivitas wilayah. Ia mendorong agar peningkatan akses jalan dilanjutkan hingga menghubungkan Sukamakmur dengan Jonggol.
Hal tersebut dinilai strategis karena Andri kini juga mendapat amanah sebagai Camat Jonggol.
“Karena saya sekarang mendapat amanah menjabat di Jonggol, insyaallah nanti akan kita gagas juga IJD Sukamakmur-Jonggol. Harapannya, akses jalan dari Sukamakmur menuju Jonggol semakin baik dan mulus,” ungkapnya.
Ia juga berharap pembangunan infrastruktur terus berlanjut pada sejumlah ruas jalan yang menghubungkan Sukamakmur dengan wilayah lainnya, termasuk menuju Tanjungsari.
Dengan konektivitas jalan yang semakin baik, masyarakat diharapkan lebih mudah menjangkau pusat pelayanan pemerintahan, pendidikan, perdagangan, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan Sukamakmur dan sekitarnya.
Di sisi lain, Andri menyampaikan harapannya agar Kecamatan Sukamakmur segera memiliki camat definitif.
Menurutnya, selama kurang lebih satu tahun Kecamatan Sukamakmur masih dipimpin oleh pelaksana tugas setelah camat sebelumnya memasuki masa pensiun.
“Meskipun saat ini jabatan saya masih sebagai pelaksana tugas, mari kita doakan mudah-mudahan dalam waktu dekat Kecamatan Sukamakmur segera memiliki camat definitif,” katanya.
Ia berharap kehadiran camat definitif nantinya dapat semakin mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Tak hanya berbicara mengenai pembangunan, Andri juga mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat keteladanan Rasulullah Muhammad SAW di lingkungan keluarga.
Ia secara khusus mengingatkan para orang tua agar memberikan perhatian lebih terhadap anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan gadget.
“Mari kita jadikan momentum Maulid Nabi ini sebagai kesempatan untuk mengembalikan idola dan teladan kita kepada Rasulullah Muhammad SAW,” ujarnya.
Menurut Andri, anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang tidak terlepas dari handphone, gadget, laptop dan internet.
Karena itu, orang tua tidak cukup hanya membatasi penggunaan teknologi, tetapi juga perlu mengarahkan anak agar memanfaatkannya untuk hal-hal positif yang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan sekaligus iman dan ketaqwaan.
“Orang tua juga harus sering berkomunikasi dengan anak-anak. Perhatikan apa yang mereka lihat, apa yang mereka pelajari dan bagaimana mereka menggunakan gadget,” pesannya.
Ia berharap generasi muda yang akan menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045 memiliki keseimbangan antara iman, takwa, ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Saya berharap pada tahun 2045 nanti, anak-anak kita menjadi generasi yang saleh dan salehah, memiliki kualitas iman dan takwa yang baik, sekaligus memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni,” tuturnya.
Andri juga mengajak jamaah menyimak tausiyah yang disampaikan Kiai Jejen serta mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan ilmu yang kita dapatkan hari ini tidak hanya berhenti di tempat ini, tetapi dapat kita realisasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di rumah masing-masing,” pungkasnya.
Laporan: EPF