LAMSEL, INFODESAKU – Sebanyak 10 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (16/9/2026).
Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah gejala, di antaranya mual, muntah, dan pusing, tidak lama setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di lingkungan sekolah.
Informasi yang dihimpun Infodesaku.co.id, makanan MBG tersebut disuplai dari Dapur Ketapang 3 yang dikelola Muhammad Aprizal.
Mendapati sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan, pihak madrasah langsung membawa para siswa ke Puskesmas Pematang Pasir untuk mendapatkan penanganan medis.
Salah seorang guru membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, terdapat 10 siswa yang mengalami muntah-muntah setelah menyantap makanan MBG.
“Anak-anak muntah-muntah setelah makan MBG. Jumlahnya 10 anak, dari Dapur Ketapang 3,” ujarnya.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan. Pemeriksaan dan penanganan medis masih diperlukan untuk mengetahui apakah gejala tersebut berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi.
Pemilik Dapur Ketapang 3, Muhammad Aprizal, hingga kini belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan kejadian tersebut.
Konfirmasi juga masih dilakukan kepada Kepala MI Ma’arif Pematang Pasir, pihak Puskesmas Pematang Pasir, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi terkini para siswa dan langkah penanganan yang dilakukan.
Kejadian ini menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, mulai dari proses pengolahan, kualitas bahan makanan, hingga distribusi dan penyajian kepada para siswa.
Evaluasi dan pemeriksaan secara menyeluruh diharapkan dapat dilakukan apabila hasil pemeriksaan medis dan investigasi nantinya mengarah pada dugaan masalah pada makanan yang dikonsumsi para siswa.
Reporter: BR