BOGOR, INFODESAKU – Memasuki usia pubertas, sebagian remaja akan mulai mengalami sejumlah perubahan secara fisik dan emosional. Di fase usia tersebut, sangat penting bagi remaja memiliki pemahaman dasar terkait sistem, fungsi, dan proses dari organ reproduksi. Mendukung hal tersebut, Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University menghadirkan kegiatan Sekolah Remaja Berkualitas (SRB) 2025 pada Kamis (6/11) di SMP Negeri 1 Dramaga, Kabupaten Bogor.
Salah satu materi SRB 2025 ini membahas tentang “Kesehatan Reproduksi” yang dibawakan oleh Sera Budi Verinda, S.Si., M.Biomed.
Materi ini menguraikan tentang berbagai hal terkait sistem, fungsi, dan proses dari organ reproduksi, hingga perubahan fisik pada masa pubertas. Peserta SRB juga diajak menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Para siswa yang mengikuti kegiatan ini juga diajak untuk mengenali perkembangan fisik dan kesehatan diri pada masa remaja. Sera menjelaskan bahwa remaja perlu memahami hal-hal seputar kesehatan reproduksi agar terhindar dari Infeksi Menular Seksual (IMS) serta dampak negatif lainnya.
Remaja dibekali mengenai ciri-ciri perubahan biologis dan emosional yang umumnya terjadi pada masa pubertas. Ilustrasi organ reproduksi pria dan wanita ditayangkan di depan kelas guna memberikan gambaran kepada para siswa
mengenai sistem reproduksi manusia.
Sera juga menekankan pentingnya perilaku gaya hidup sehat bagi remaja. Dalam konteks kesehatan reproduksi, perilaku gaya hidup sehat mencakup perilaku sehat fisik, sehat mental dan emosional, bertanggung jawab, serta literasi dan partisipasi.
Perilaku sehat fisik perlu diterapkan remaja mulai dari menjaga kebersihan organ reproduksi, menerapkan pola makan dengan gizi seimbang, rutin berolahraga dan aktivitas fisik lainnya, serta istirahat yang cukup dan berkualitas.
Sementara perilaku sehat mental dan emosional yang perlu diterapkan remaja antara lain manajemen stres yang baik, membangun konsep diri positif, komunikasi efektif, serta mencari bantuan profesional jika mengalami masalah mental atau emosional.
Adapun perilaku bertanggung jawab yang dimaksud berfokus pada pencegahan TRIAD KRR, meliputi seksualitas, HIV/IMS, dan NAPZA, dengan menghindari hubungan seksual pranikah, menetapkan dan menghormati batasan diri, menghindari penyalahgunaan NAPZA, serta selektif dalam berteman.
Selain itu, remaja juga perlu menerapkan perilaku literasi dan partisipasi berupa mencari informasi yang akurat serta berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan positif di sekolah, komunitas, atau organisasi remaja.
“Saya rasa materi-materi seperti ini pantas dan harus diberikan kepada siswa-siswa atau remaja-remaja di usia yang sedang mengalami pubertas. Jadi interaksi dengan mereka pun juga cukup seru karena mereka cukup antusias untuk mengetahui kira-kira kesehatan reproduksi pada remaja itu seperti apa. Jadi mungkin ke depannya bisa kita perluas lagi cakupannya, tidak hanya di sekolah-sekolah di sekitar Bogor, tetapi juga sekolah-sekolah di daerah terpencil lainnya,” ungkap Sera.