Medan, Infodesaku | IPB University melaksanakan kegiatan pengabdian dan respons kebencanaan di Provinsi Sumatera Utara pada 17–25 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dilaksanakan melalui koordinasi dengan Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai universitas pengampu wilayah.
Tim IPB University yang diberangkatkan pada 17 Desember 2025 terdiri atas Alfiasari, SP., M.Si, selaku dosen dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, dan dr. Agil Wahyu Wicaksono, M.Biomed, selaku dosen Kedokteran IPB University, didukung oleh dua mahasiswa Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen, satu mahasiswa Kedokteran, satu mahasiswa Ilmu Gizi, serta satu staf dari Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University.
Kegiatan ini difokuskan pada pelayanan kesehatan masyarakat, pembuatan dan pembagian Ready-to-Use Therapeutic Food (RUTF) untuk mendukung pemulihan status gizi kelompok rentan, khususnya anak-anak, serta pendampingan psikososial bagi anak-anak dan masyarakat terdampak bencana. Selain itu, tim juga menyalurkan obat-obatan serta paket psikososial anak sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana secara menyeluruh.

Kegiatan Layanan Kesehatan Tim Relawan Tanggap Bencana IPB di Sumatera Utara
Pada tahap awal pelaksanaan, tepatnya 19 Desember 2025, tim IPB University bersama USU melakukan koordinasi dengan Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan di posko kabupaten. Koordinasi ini dilakukan untuk menentukan lokasi prioritas penerima bantuan dan program agar pelaksanaan kegiatan berjalan efektif dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, kegiatan pengabdian dan respons kebencanaan kemudian dilaksanakan di Kecamatan Batang Toru dengan lokasi posko yang berbeda setiap harinya, meliputi Posko Sopo Daganak, Posko Dusun Benteng, Posko Pulolubang, Posko Aek Dangol Sitinjak, dan Posko Sumuran.
Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan menyampaikan apresiasi atas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penanganan dampak bencana di wilayahnya. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada IPB University dan Universitas Sumatera Utara atas dukungan nyata yang diberikan kepada masyarakat kami, khususnya dalam aspek kesehatan, gizi, dan pemulihan psikososial,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Agil Wahyu Wicaksono, M.Biomed menjelaskan bahwa pendekatan kesehatan yang dilakukan menitikberatkan pada layanan medis dasar dan pencegahan dampak lanjutan pascabencana. “Pelayanan kesehatan di lokasi terdampak bencana harus dilakukan secara cepat dan terpadu. Selain penanganan medis, intervensi gizi seperti RUTF menjadi langkah penting untuk mencegah memburuknya kondisi kesehatan anak-anak,” jelasnya.

Kegiatan Pendampingan Psikososial Tim Relawan Tanggap Bencana IPB di Sumatera Utara
Dari sisi ketahanan keluarga dan sosial, Alfiasari, SP., M.Si menekankan pentingnya pendampingan psikososial, terutama bagi anak-anak yang terdampak secara emosional. “Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga psikologis. Pendampingan psikososial bagi anak-anak menjadi sangat penting agar mereka dapat kembali merasa aman dan pulih secara emosional,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Diki Renaldi Maulana, S.T, staf Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen IPB University dalam pengabdian kepada masyarakat. “Melalui kegiatan ini, IPB University berupaya menghadirkan solusi berbasis keilmuan dan kolaborasi lintas disiplin untuk mendukung respons kebencanaan dan pemulihan masyarakat terdampak secara berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, IPB University berharap dapat terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam respons kebencanaan nasional, sekaligus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, universitas, dan masyarakat dalam upaya pemulihan pascabencana di Indonesia.