Aceh, Infodesaku | Institut Pertanian Bogor menerjunkan Tim Relawan Tanggap Bencana Banjir Sumatera yang bertugas dari 17 – 27 Desember di Provinsi Aceh. Tim ini terdiri dari 4 dosen dan 7 Mahasiswa yang dikoordinasikan oleh Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB guna membantu korban bencana banjir. Selain membawa logistik bantuan, tim relawan dari IPB juga bertugas untuk memberikan pelatihan pembuatan pangan darurat, pendampingan psikososial, dan pelayanan kesehatan.
”Pelatihan yang dilakukan terkait dengan pembuatan pangan darurat berupa nasi steril siap makan,” kata Handian Purwawangsa, selaku Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB.
Handian mengungkapkan bahwa pelatihan ini beserta dengan pengiriman bantuan logistik berupa makanan dan obat-obatan merupakan bentuk kepedulian kami terhadap korban bencana di 3 Provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Tjahja Muhandri, Ketua Tim Tanggap Bencana IPB di Aceh menyampaikan bahwa fokus kegiatan distribusi logistik dan pelatihan mencakup 4 poin utama, yakni:
- Pelatihan dan penyediaan 6.000 unit nasi steril siap makan, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat di wilayah bencana.
- Pelayanan Kesehatan Terpadu, meliputi Kesehatan Dasar herbal-Komplementer (Akupunktur & Akupresur), Telemedisin tenaga kesehatan dan kader kesehatan rehabilitasi bencana.
- Pemberian 4.500 pangan khusus untuk kelompok balita, untuk mencegah terjadinya malnutrisi, memperbaiki asupan gizi, dan menjaga kesehatan kelompok usia rentan selama masa darurat.
- Pelaksanaan pendampingan psikososial pascabencana, guna memulihkan ketahanan mental masyarakat, mengurangi stres akut, dan memperkuat stabilitas sosial di wilayah terdampak.
”IPB bukan hanya memberikan bantuan logistik, tetapi juga melakukan transfer pengetahuan kepada Perguruan Tinggi Posko dan relawan setempat (melalui penyelenggaraan pelatihan pembuatan pangan darurat bencana) agar nantinya bisa melanjutkan sendiri, sehingga dapat memastikan keberlanjutan inovasi teknologi untuk penanganan bencana,” kata Tjahja.
Penyaluran bantuan dari IPB ini dikolaborasikan dengan Perguruan Tinggi (PT) Posko setempat, yaitu Universitas Syiah Kuala (USK) di Provinsi Aceh dan pelaksanaan kegiatan pendampingan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
”Adanya inovasi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat serta mendukung percepatan pemulihan pasca bencana di seluruh wilayah terdampak bencana,” pungkas Tjahja.