Bogor, Infodesaku | 30 Desember 2025 – Institut Pertanian Bogor menerjunkan Tim Relawan Tanggap Bencana Banjir Sumatera yang bertugas dari 22 – 29 Desember di Provinsi Sumatera Barat. Tim ini terdiri dari 5 dosen dan 9 Mahasiswa yang dikoordinasikan oleh Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB guna membantu korban bencana banjir. Selain membawa logistik bantuan, tim relawan dari IPB juga bertugas untuk memberikan pelatihan pembuatan pangan darurat, pendampingan psikososial, dan pelayanan kesehatan.
”Tim Tanggap Bencana IPB Provinsi Sumatera Barat diketuai oleh Mohammad Iqbal Irfany dan berkolaborasi dengan Universitas Andalas (UNAND)” kata Handian Purwawangsa, selaku Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB.
Mohammad Iqbal Irfany, Ketua Tim Tanggap Bencana IPB di Sumatera Barat menyampaikan bahwa fokus kegiatan distribusi logistik dan pelatihan mencakup 4 poin utama, yakni:
- Pelatihan dan penyediaan 6.000 unit nasi steril siap makan, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat di wilayah bencana.
- Pelayanan Kesehatan Terpadu, meliputi layanan kesehatan dasar, pemberian obat-obatan, Telemedisin tenaga kesehatan dan kader kesehatan rehabilitasi bencana.
- Pemberian 4.500 pangan khusus untuk kelompok balita, untuk mencegah terjadinya malnutrisi, memperbaiki asupan gizi, dan menjaga kesehatan kelompok usia rentan selama masa darurat.
- Pelaksanaan pendampingan psikososial pascabencana, guna memulihkan ketahanan mental masyarakat, mengurangi stres akut, dan memperkuat stabilitas sosial di wilayah terdampak.
”Pendistribusian bantuan yang kami lakukan berkolaborasi dengan Universitas Andalas (UNAND) dengan lokasi di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat dan langsung diterima oleh Wakil Bupati Agam” kata Iqbal.

Pelatihan Pembuatan Nasi Steril Siap Makan di Universitas Andalas (UNAND) Provinsi Sumatera Barat
Iqbal menambahkan, bantuan yang disalurkan meliputi bantuan pangan, dukungan medis dan layanan kesehatan, serta pendampingan psikososial. Adapun bantuan pangan yang diberikan berupa inovasi teknologi dari IPB, yakni nasi steril siap makan dan pelatihan pembuatannya. Melalui pelatihan pembuatan nasi steril, diharapkan peserta dapat mengaplikasikan dan memproduksi sendiri sehingga manfaat yang diberikan dapat berkelanjutan.