BOGOR, INFODESAKU – Jalan yang mulus bukan sekadar mempercepat perjalanan. Bagi masyarakat Sukamakmur, Kabupaten Bogor, rampungnya pembangunan Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) menjadi pintu baru menuju pertumbuhan ekonomi, investasi, dan konektivitas antarwilayah.
Namun, Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Gerindra, H. Muhammad Ansori Setiawan, mengingatkan agar terbukanya akses wilayah tidak menjadi celah masuknya berbagai pengaruh negatif, terutama narkoba dan minuman keras.
Pesan tersebut disampaikan Ansori saat menghadiri syukuran rampungnya pembangunan jalan di wilayah Sukamakmur.
Ia meminta pemerintah desa, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, dan seluruh lapisan masyarakat bersatu menjaga agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan warga.
“Jangan hanya hal-hal positif yang masuk dengan jalan yang bagus. Hal-hal negatif pun bisa masuk. Mari kita bersama-sama menolak hal-hal negatif yang masuk ke Kecamatan Sukamakmur,” tegas Ansori.
Menurutnya, infrastruktur yang semakin baik harus menjadi urat nadi baru perekonomian masyarakat. Mobilitas warga menjadi lebih mudah, distribusi barang semakin lancar, sekaligus membuka peluang investasi di wilayah yang sebelumnya relatif sulit dijangkau.
Ansori menegaskan, masyarakat Sukamakmur tidak anti terhadap pendatang maupun investasi. Sebaliknya, pihak yang datang membawa manfaat pembangunan justru akan mendapat sambutan.
“Untuk hal-hal yang positif, dari manapun dan dari apapun, saya tidak menolak. Selama sifatnya membangun dan memberikan kontribusi terhadap Kecamatan Sukamakmur, kita terbuka,” ujarnya.
Bahkan, investor yang serius mengembangkan usaha dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, kata Ansori, layak mendapatkan ruang seluas-luasnya.
“Apalagi orang yang mau berinvestasi di wilayah Kecamatan Sukamakmur atau kecamatan-kecamatan yang ada di wilayah Dapil II, kami siap memberikan karpet merah,” katanya.
Namun, keterbukaan terhadap investasi bukan berarti masyarakat membiarkan narkoba, minuman keras, maupun berbagai penyakit sosial berkembang seiring semakin terbukanya akses wilayah.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadi benteng bersama dalam menjaga generasi muda Sukamakmur.
Lebih jauh, Ansori menyebut pembangunan IJD menjadi bukti pentingnya dukungan anggaran pemerintah pusat bagi Kabupaten Bogor yang memiliki wilayah sangat luas.
Jika hanya mengandalkan kemampuan APBD Kabupaten Bogor, pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah, khususnya tujuh kecamatan di Dapil II, dinilai membutuhkan waktu lebih panjang.
“Kalau mengandalkan APBD, bukan berarti tidak mungkin, tetapi akan lama. Dengan adanya IJD, ini menjadi salah satu bukti adanya bantuan infrastruktur untuk masyarakat,” jelasnya.
Ia pun berharap konektivitas wilayah terus diperluas. Salah satu ruas yang akan diperjuangkan berikutnya yakni jalur Sukamakmur-Jonggol, sehingga akses antarwilayah semakin terbuka dan aktivitas ekonomi masyarakat semakin berkembang.
Di balik rasa syukur atas rampungnya pembangunan jalan tersebut, tersimpan cerita personal Ansori. Ia mengaku pernah bernazar ketika kondisi jalan Sukawangi-Sukamakmur-Citeureup masih buruk.
Karena berharap jalan tersebut suatu saat bisa mulus dan memperlancar mobilitas masyarakat, ia bernazar akan menyembelih seekor kerbau apabila jalan tersebut terealisasi.
“Dulu saya bernazar kepada Allah SWT, kalau jalan ini selesai dan mulus, saya akan potong kerbau. Dulu saya janjikan, sekarang saya laksanakan,” tuturnya.
Kini, ketika akses tersebut telah jauh lebih baik, nazar itu pun ditunaikan sebagai bentuk rasa syukur atas terealisasinya pembangunan jalan yang selama ini diharapkan masyarakat.
Bagi Ansori, pembangunan jalan bukan sekadar persoalan beton dan aspal. Jalan yang mulus harus menjadi jalan menuju peningkatan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat.
Laporan : EPF