LAMSEL, INFODESAKU – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa dan kecamatan dinilai menjadi momentum penting untuk benar-benar menyerap aspirasi masyarakat sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan 2027 dan 2028.
Hal tersebut disampaikan Muhamad Nur usai mengikuti kegiatan Musrenbang yang digelar di aula desa, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, Musrenbang memiliki posisi strategis karena berbagai usulan dari masyarakat dan pemerintah desa akan menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan hingga tingkat kabupaten, termasuk yang berkaitan dengan APBD 2028.
“Ini momentum yang pas. Usulan dari masyarakat dan desa yang merencanakan 2027 dan 2028 berkaitan dengan APBD 2028. Pembangunan fisik tetap, artinya pembangunan sumber daya manusia enggak bisa kita tinggalkan juga,” ujar Muhamad Nur.
Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Penguatan sumber daya manusia juga harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
Muhamad Nur juga menyatakan dukungannya terhadap program-program unggulan Bupati, khususnya yang menyentuh kebutuhan masyarakat desa. Di tengah keterbatasan anggaran Dana Desa, ia mendorong masyarakat tetap mempertahankan semangat gotong royong.
“Masyarakat diharapkan tetap bergotong-royong walaupun dana kita enggak terlampau signifikan,” katanya.
Terkait efisiensi anggaran, ia mengatakan tidak semua usulan masyarakat harus dibebankan melalui Dana Desa. Aspirasi yang belum dapat diakomodasi melalui anggaran desa dapat diperjuangkan melalui perangkat daerah sesuai dengan bidang dan kewenangannya.
“Kalau enggak bisa terakomodir dari Dana Desa, harapan masyarakat itu melalui OPD. Berbagai macam sektor, permukiman atau peternakan dan lain sebagainya,” jelasnya.
Ia pun mengingatkan agar pelaksanaan Musrenbang tidak berhenti sebagai agenda tahunan yang bersifat seremonial. Setiap usulan masyarakat harus dicatat, dibahas dan diperjuangkan sesuai skala prioritas serta kemampuan anggaran.
“Artinya momen ini bukan hanya sekadar formalitas, hanya kita kumpul-kumpul. Aspirasi masyarakat ini benar-benar harus terpenuhi, bukan bicara seremonial saja,” tegasnya.
Menurutnya, seluruh usulan yang muncul dalam Musrenbang akan menjadi bahan pembahasan pada tahapan perencanaan berikutnya, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjawab berbagai keluhan masyarakat yang selama ini telah menyampaikan usulan pembangunan, namun belum seluruhnya dapat direalisasikan.
“Semua usulan akan kita sampaikan dalam perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan dan diteruskan ke tingkat kabupaten. Harapannya, usulan masyarakat yang sudah disampaikan bertahun-tahun dapat terus diperjuangkan agar bisa terealisasi,” pungkasnya.
Laporan : BR