BOGOR, INFODESAKU – Pemerintah Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, memperkuat kapasitas aparatur desa melalui pembekalan bagi Kasi Kesejahteraan (Kesra) dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa se-Kecamatan Tanjungsari. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan desa.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kasi Kesra dan TPK Desa se-Kecamatan Tanjungsari Tahun 2026 tersebut digelar di Hotel New Ayuda Megamendung, Bogor, Kamis (1/10/2026), dengan mengusung tema “Penguatan Kapasitas Kasi Kesejahteraan dan Ketua TPK dalam Meningkatkan Kualitas Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Desa.”
Kegiatan dihadiri Camat Tanjungsari Totok Supriyadi, S.AP., MM., Ketua BKAD Kecamatan Tanjungsari Deni Firdaus Zam Zam, S.Sos., para Kasi Kesra, Ketua TPK, serta Kaur Keuangan desa se-Kecamatan Tanjungsari.
Ketua pelaksana kegiatan, Cecep Alimudin, mengatakan peningkatan kapasitas diperlukan agar aparatur yang terlibat dalam pembangunan desa memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap tugas dan tanggung jawabnya.

“Melalui kegiatan ini diharapkan kapasitas dan pemahaman Kasi Kesra maupun TPK semakin meningkat, terutama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa,” ujar Cecep.
Menurutnya, Kasi Kesra dan TPK memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pembangunan di desa. Karena itu, pemahaman terhadap tugas, mekanisme pelaksanaan, serta ketentuan yang berlaku perlu terus diperkuat agar setiap tahapan kegiatan dapat berjalan tertib dan terarah.
Selain pembekalan materi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana koordinasi dan penguatan sinergi antara pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam mendukung pelaksanaan pembangunan.
Sementara itu, Ketua BKAD Kecamatan Tanjungsari, Deni Firdaus Zam Zam, S.Sos., berharap seluruh peserta dapat menyerap dan mencatat materi yang disampaikan untuk kemudian disampaikan kepada kepala desa masing-masing.
“Harapannya, hasil dari kegiatan ini dapat dicatat dan dilaporkan kepada kepala desa masing-masing. Dengan begitu, ketika nantinya diimplementasikan di desa, pelaksanaannya bisa selaras dan sejalan dengan kebijakan pimpinan di masing-masing desa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemahaman yang sama antara pelaksana kegiatan dan pemerintah desa penting agar program pembangunan dapat dilaksanakan sesuai perencanaan serta kebijakan yang telah ditetapkan.
Melalui pembekalan ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam menjalankan tugas di masing-masing desa. Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan desa dapat berlangsung lebih efektif, tertib, transparan, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Laporan : EPF